SLEMAN – Sebanyak 20 tim futsal perguruan tinggi di DIJ, Jateng dan Jatim, akan bertarung dalam Liga Mahasiswa (LIMA) Futsal Regional Central Java-Yogyakarta Conference (CJYC). Kejuaraan ini digelar di GOR Ki Bagoes Hadikosoemo, Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, Jalan Kaliurang, Sleman, 3-12 Oktober. Ke-20 tim terbagi dalam 14 tim futsal putra dan enam tim putri.

Asistant Manager LIMA Muhammad Riyyan Nawawi mengatakan, tim futsal untuk kategori putri memang masih minim. Hal itu dijumpai di beberapa regional. Kondisi lebih baik bisa ditemui di wilayah Jawa Barat yang pesertanya lebih banyak daripada daerah lain.

“Di Jabar untuk tim putri sudah berhasil membuat kompetisi untuk satu regional tersendiri. Karena pesertanya mencukupi,” katanya (30/9).

Ia menyebutkan ke-14 tim futsal putra yang ambil bagian itu adalah tuan rumah UII, Universitas Mulawarman (Unmul) Kaltim, Universitas Katholik Soegijapranata (Unika Soegija) Semarang, STIE YKPN Jogja, dan UNY. Kemudian Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas PGRI Semarang (Upgris), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), serta UGM. Lalu, Universitas Hang Tuah Surabaya, UKSW Salatiga, UNS dan Universitas Narotama Surabaya.

Sementara persaingan tim putri pada ajang tersebut diikuti tim STIE YKPN, UNY, Upgris, UNS, UGM dan UII Jogja. Selanjutnya dari regional itu akan diambil tiga tim putra dan dua tim putri untuk melaju ke tingkat nasional berhadapan dengan dua tim putra dan dua tim putri dari regional Jabar. “Termasuk juga dipertemukan dengan tiga tim putra dan dua tim putri wakil dari regional Jakarta,” jelasnya.

General Manager Liga Mahasiswa Rida Achmad menambahkan, LIMA futsal merupakan cabang olahraga paling muda di Liga Mahasiswa. Mulai dilaksanakan tahun kedua, LIMA Futsal awalnya hanya mencakup regional Jakarta, Jabar, dan Nusantara Conference.

Selain futsal, LIMA juga menyasar pada cabang olahraga basket, golf, renang, bulutangkis dan tahun depan bola voli. “Saat ini memasuki tahun ke-4, animo peserta makin banyak terutama Jateng-DIJ, sehingga diputuskan dibuka regional baru,” ungkapnya. (riz/laz/ong)