JOGJA – Ancaman dari Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) DIJ yang akan mensomasi Pemkot Jogja terkait tower ilegal, mendapat respons Wali Kota Haryadi Suyuti (HS). Ia menegaskan dalam waktu dekat akan memimpin langsung pembongkaran tower tak berizin itu.

“Siap, itu akan kami bongkar semua (tower yang tidak berizin, Red),” ujar HS kemarin (30/9). Menurutnya, selama ini Pemkot Jogja bukannya tidak bertindak, tapi sedang memetakan tower yang melanggar dan tidak. “Besok Senin (3/10) saya jumpa pers, menjelaskan semua,” lanjutnya.

HS pun kembali menjelaskan persoalan tower telekomunikasi itu juga terkait dengan kebutuhan masyarakat dalam komunikasi. Dikatakan, ada dua hal dalam masalah komunikasi, yakni coverage dan kapasitas.

Untuk coverage sudah tidak ada persoalan, karena tidak ada daerah yang blankspot. “Tinggal sekarang adalah kapasitas atau keberadaannya,” jelasnya. HS menemukan jika didirikan di atas trotoar, taman atau ruang publik yang seharusnya tidak boleh didirikan, jelas merupakan pelanggaran.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko berpendapat, jika wali kota maupun wakilnya tak segera menertibkan, keduanya akan dicap negatif oleh masyarakat karena tidak tegas. Tentu hal tersebut akan merugikan keduanya, menengok Pilwali 2017 sebentar lagi dihelat.

Keduanya harus segera bertindak sebelum cuti untuk kampanye. Menurutnya, Dintib Kota Jogja tidak bertindak mungkin juga karena tidak ada arahan kepala daerah. “Mungkin seperti itu. Sebelum masa jabatan berakhir, mbok persoalan ini diselesaikan dulu,” kata Koko, sapaan Sujanarko. (pra/laz/mg2)