Badan Promosi Pariwisata Sleman Dikukuhkan

SLEMAN- Tak terdengar kiprahnya selama setahun gara-garanya keanggotannya vakum, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) kembali menggeliat. Lembaga yang berfungsi membantu Pemkab Sleman di bidang pengembangan pariwisata itu kali terakhir terbentuk pada periode 2011-2015.

Setelah itu selama beberapa waktu sempat tak aktif. Ada sejumlah kendala sehingga pengukuhan keanggotaan BPPS berikutnya tertunda. “Sekarang untuk kepengurusan baru masa kerja 2016-2020 telah mendapatkan kepastian,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi kemarin (30/9).

Kepastian itu menyusul keluarkan Keputusan Bupati Sleman No. 45.1/Kep.KDH/A/2016 yang ditandatangi Bupati Sleman Sri Purnomo belum lama ini. Dikatakan, BPPS merupakan lembaga independen. Keberadaan BPPS merupakan konsekuensi dari pelaksanaan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata.

Berdasarkan amanat UU tersebut, sebuah daerah memungkinan membentuk badan promosi. “Tujuannya bersinergi dengan pihak lain yang terkait agar pariwisata makin memberikan manfaat dan menyejahterakaan masyarakat,” katanya.

Keanggotaan BPPS periode 2016-2020 terdiri tujuh personel. Sebagai ketua Guntur Eka Prasetya SH MKN. Dia mewakili asosiasi profesi kepariwisataan bersama empat orang lainnya Ruby M. Aris, Jajang Suhendar, Muhaiminul Adil Haq, dan Sarwoto Dwi Atmojo. Lalu Esti Susilarti (wakil media massa) dan Arif Dwi Saputro representasi dari akademisi.

Penyerahan keputusan bupati tentang komposisi dan pengangkatan anggota BPPS itu diserahkan Ayu Laksmidewi kepada Guntur Eka di ruang Golong Gilig Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman pada Kamis (29/9) lalu.

Sedangkan Guntur Eka mengatakan bersama pengurus BPPS periode 2016-2020 mengaku siap menyusun program promosi pariwisata Sleman ke depan. Termasuk menggalang sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, mengeksplorasi potensi wisata lewat promosi dengan menjalin jejaring melibatkan banyak pihakl.

Dia juga optimistis menghadapi persaingan industri pariwisata yang semakin ketat. Sebab, Sleman kaya dengan berbagai potensi pariwisata. “Jadi tak alasannya untuk pesimistis,” tegas ketua BPPS ini. (kus/yog/mg1)