SLEMAN – Sore ini, Jaya Hartono kembali Maguwoharjo International Stadium (MIS). Tapi, dia datang bersama pasukannya Persepam Madura Utama untuk menantang tuan rumah PSS Sleman di laga perdana ISC-B babak 16 besar.

Karena itu pertemuan Busari dkk dengan Jaya Hartono sore ini ibarat reuni yang tidak sepenuhnya diharapkan. Namun aroma panas tetap akan terasa. Sebab, kedua tim tetap mementingkan kemenangan untuk bekal ke babak selanjutnya.

Ya, mantan arsitek Persik Kediri itu sebelumnya pernah menakhodai PSS pada medio awal 2015. Itu saat mempersiapkan skuad untuk turun di Divisi Utama. Namun baru awal liga bergulir PSSI mendapat sanksi pembekuan. Jaya pun hengkang dari bumi Sembada. Nah, hari ini dia datang lagi untuk bisa mengalahkan anak asuhnya.

Sempat ada kekhawatiran bahwa permainan PSS sudah bisa dibaca oleh Jaya. Namun pelatih PSS Seto Nurdiyantoro menepis anggapan itu. Selain punya ciri permainan sendiri yang berbeda saat tim ditangani Jaya, anak asuhnya saat ini juga cukup dinamis. “Saya bilang ke pemain untuk mengubah cara bermain. Kami yakin pemain gayanya sudah beda,” ungkapnya.

Perbedaan tidak hanya dari sisi permainan. Namun juga dari komposisi skuad yang kemungkinan diturunkan. Hal itu mengingat beberapa pilar Laskar Elang Jawa masih dalam masa penyembuhan cedera. Seperti penggawa lini belakang Waluyo dan dua bek Deny Rumba serta Rama Yoga. Sementara untuk Dave Mustaine masih ada kans untuk dimainkan meskipun terus dipantau kondisinya.

Untungnya, ada tenaga segar bagi PSS yang bisa disuntikkan dari manajemen. Kehadiran center back Bagas Adi Nugroho, bisa menambal lubang yang ditinggalkan Waluyo jika duet Andy Setyo Nugroho di Timnas U-19 itu dimainkan.

Jangan lupa, PSS masih punya gelandang Aulia Ardi dan bek kiri Eka Angger yang bermain apik saat ditahan imbang Persija Jakarta 2-2 pekan lalu. PSS juga masih punya simpanan amunisi jika topskor Madiun Putra Waskito Chandra bisa dimainkan. “Kami berharap mereka yang performanya bagus akan kami mainkan,” tandas Seto. (riz/din/mg2)