Hari Sabtu Dilayani hingga Pukul 11.00

BANTUL – Pemkab Bantul mengimbau masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) hingga 30 September tak perlu khawatir. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tetap melayani proses perekaman.

Bahkan, pengurusan pada hari Sabtu tetap dilayani. “Besok (hari ini) kami tetap buka,” jelas Kepala Disdukcapil Bantul Fenty Yusdayati di ruang kerjanya kemarin (30/9).

Bedanya, layanan perekaman e-KTP pada akhir pekan dibatasi hingga pukul 11.00. Tidak seperti pelayanan selama tiga pekan terakhir. Menurutnya, Disdukcapil sempat melayani proses perekaman pada hari Sabtu hingga pukul 14.00. Menyusul banyaknya warga yang mengantre. “Mungkin karena takut nggak terekam,” ucapnya.

Selain itu, layanan perekaman e-KTP di Disdukcapil pada hari kerja juga kembali normal. Begitu pula di kecamatan. Mulai pekan depan layanan perekaman hanya selama jam kerja. Fenty menuturkan, tenaga seluruh pegawai Disdukcapil terkuras.

Betapa tidak, selama tiga pekan terakhir mereka rela berangkat ke kantor pagi buta dan pulang petang hari. Sampai seluruh antrean terekam.

“Capek. Saya sendiri usai Subuh kemarin juga langsung ngantor,” ujarnya.

Kendati begitu, Fenty merasa lega. Hingga kemarin 96 persen dari total 630 ribu warga wajib KTP telah merekam data.

Selesai merekam data warga, Disdukcapil masih memiliki “PR” untuk mencetak dan menyerahkan bukti fisik e-KTP. Untuk menghindari praktik calo Disdukcapil mengharuskan pemilik e-KTP mengambil sendiri hasil cetakan. Atau mewakilkan pada kerabatnya yang berada satu daftar dalam kartu keluarga (KK).

“Kalau mau ambil (e-KTP) harus bawa KK,”jelas Fenty.

Dari pantauan, antrean panjang calon perekam e-KTP masih tampak di kantor Disdukcapil kemarin. Nomor urut antrean yang dibatasi 500 orang pun ludes.

“Datang jam 06.30 dapat antrean A94,” ungkap Wahyu, warga Ngepet, Srigading, Sanden.

Bersama keluarganya Wahyu harus menunggu nomor urut panggilan perekaman hingga pukul 15.00.

“Baru ngurus sekarang untuk buat SIM. Ini juga ambil cuti,” ucap pemuda yang sehari-hari bekerja di Solo ini.(zam/yog/mg1)