KULONPROGO – Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo menggelar pelatihan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Pesertanya institusi di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

Instansi dinilai cukup rentan penyakit tidak menular (PTM) karena aktifitasnya yang padat. Pelatihan dilakukan di Joglo Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, kemarin (30/9).

Pelatihan dilaksanakan dua hari diikuti delapan institusi. Yakni Kodim, Polres, Kantor Kementerian Agama, Kantor Polisi Pamomg Praja, Dinas Kesehatan, RSUD Nyi Ageng Serang, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana.

“Pelatihan ini bertujuan agar di masing-masing institusi berperan aktif dalam upaya pencegahan PTM seperti hipertensi, stroke, jantung, diabetes mellitus, penyakit paru obstruktik kronis dan kanker,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayu Jati menambahkan, PTM dapat dicegah dengan mengubah perilaku sehat yang dikenal dengan perilaku CERDIK (cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin olah raga, diet sehat kalori seimbang, istirahat yang cukup dan kendalikan stres).

“Pelatihan kali ini diberikan kepada instansi dan pegawai karena keseharian mereka banyak dihabiskan dengan kesibukan pekerjaan. Sehingga kadang tidak sempat olahraga, pola makan tidak sehat, istirahat kurang dan stres,” kata Baning.

Banyak PNS laki-laki yang merokok. Sementara belum ada program pemerintah yang mengharuskan pemeriksaan kesehatan secara teratur bagi PNS. Hal tersebut menjadi pemicu gejala PTM tidak segera diketahui. Sehingga banyak pegawai yang menderita diabetes mellitus, stroke maupun kanker stadium lanjut.

“Dengan dibentuknya posbindu PTM di institusi diharapkan dapat dilakukan pemeriksaan dini terhadap gejala PTM. Dalam kegiatan ini masing-masing institusi wajib mengirimkan 5 orang calon kader,” kata Baning.

Kader akan mendapatkan pengetahuan tentang pengendalian PTM. Yakni melalui perubahan perilaku, pemeriksaan dan deteksi dini terhadap tanda dan gejala yang dialami teman-teman sekantornya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kulonprogo Sugiarto mengungkapkan, peserta minimal mengetahui apa saja jenis PTM. Sehingga bisa dilakukan deteksi dini. Peserta diberi tahu bagaimana mengukur indeks masa tubuh dengan menghitung hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan.

Pengukuran obesitas sentral dengan pengukuran lingkar perut. Diberi tahu juga bagaimana cara pengukuran kadar lemak tubuh serta pengukuran tekanan darah dibantu tenaga dinas kesehatan yang telah mengikuti training of trainer (TOT) yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan RI.

“Calon kader Posbindu juga kami latih bagaimana melakukan wawancara tentang pola makan serta olah raga. Juga dilatih bagaimana melakukan pengisian KMS PTM,” kata Sugiarto. (tom/iwa/mg1)