JOGJA – Kontingen DIJ disambut meriah dan kebanggan. Sejumlah eleman masyarakat, perwakilan pemerintah provinsi DIJ, dan DPRD DIJ menyambut rombongan begitu menginjakkan kaki kembali Stasiun Tugu kemarin sore (30/9).

Sambutan hangat ini tidak terlepas dari keberhasilan Kontingen DIJ membawa pulang 16 medali emas, 15 perak, dan 25 medali perunggu dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.

Asekda Pemerintahan dan Kesra Setda DIJ Sulistyo mengatakan, kebanggaannya terhadap para pejuang olahraga DIJ yang telah bekerja keras meraih prestasi tertinggi di pesta olahraga terbesar di tanah air tersebut. “Apalagi mereka sudah mencapai target. Perjuangannya sungguh luar biasa. Kami warga Jogja harus mengapresiasi itu,”ujarnya.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD DIJ Rany Widayati, Kepala BPO DIJ Edy Wahyudi dan perwakilan pemprov lainnya. Mengenai bonus, Rany Widayati memastikan pihaknya sudah menyetujui bonus yang akan diberikan kepada para atlet.

Menurutnya, besarannya meningkat dari PON yang lalu. Jika PON lalu untuk peraih medali emas diberikan bonus Rp 100 juta, tahun ini disetujui Rp 150 juta. “Dalam banggar sudah menyetujui dan sudah ketok,” ujarnya.

Sekretaris Komisi D DPRD DIJ Muhammad Yazid menegaskan, angka Rp 9 miliar sangat wajar. Namun, jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain, kemungkinan lebih kecil jumlahnya. “Jangan dilihat totalnya. Daerah lain mungkin memberikan bonus jauh lebih besar. Sehingga, membuat atlet tergoda pindah daerah,” katanya.

Bonus bagi kontingen ini, menyentuh semua pihak. Dari atlet peraih emas, perak, dan perunggu. Juga pelatih yang mengantarkan atletnya merebut medali, tetap akan mendapatkan bonus. “Meski nilainya berbeda,” tandasnya.

Selain atlet PON, peningkatan bonus juga akan diberikan kepada atlet olimpiade bagi penyandang disabilitas pada APBD 2017 mendatang. “Sebagai bentuk apresiasi, bonusnya harus naik,” ujarnya.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengaku terharu adanya penyambutan khusus bagi para atlet DIJ. Menurutnya, baru kali ini disambu. “Satu kebanggaan bagi kami bisa mengantarkan para atlet untuk meraih prestasi dan pulang kembali dengan selamat dan kebanggan,”ujarnya.

Dikatakan, bisa tampil di ajang multevent empat tahunan bukan hal yang mudah bagi para atlet. Sehingga, bisa tampol diajang tersebut sudah sebuah pencapaian prestasi tersendiri. Sebab tidak semua atlet bisa tampil di PON dan terlibat dalam persaingan ketat dengan wakil-wakil dari daerah lain. “Yang belum berhasil membawa pulang medali jangan menyerah, teruslah berlatih,”ujarnya.

Disinggung mengenai bonus, dirinya berharap segera direalisasikan. Sehingga, tali asih atau bentuk apresiasi bagi pejuang olahraga DIJ bisa segera cair dan diberikan. “Setelah ini akan segera kami agendakan syukuran sekaligus pemberian bonus,”ujar Gusti Prabu.

Sebagai catatan, bonus bagi atlet pada PON XVIII, empat tahun silam untuk peraih medali emas tunggal Rp 100 juta. Sedangkan dengan atlet ganda masing-masing Rp 75 juta. Beregu peraih emas Rp 50 juta. Sedangkan untuk peraih perak dan perunggu menyesuaikan separuhnya. Medali perak Rp 50 juta dan perunggu Rp 25 juta. (dya/eri/din/mg2)