SLEMAN – Pulang dari Tanah Suci, sebanyak 944 jamaah haji asal Sleman wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Itu guna mengantisipasi keluhan medis, keletihan, penyakit bawaan, hingga Mers (Middle East Respiratory Syndrome).

Berdasarkan pengamatan Radar Jogja beberapa jamaah haji mengalami batuk-batuk. Sebagian besar mengeluh gatal tenggorokan. Itu terlihat saat penyambutan jamaah haji oleh Bupati Sri Purnomo di Masjid Agung Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (29/9).

“Jamaah haji menyesuaikan kondisi tubuh dengan iklim. Masih perlu penyesuaian untuk beberapa hari. Bisa juga keletihan saat menempuh perjalanan pulang,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Sleman Silvia Rosetti kemarin (30/9).

Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di Puskesmas terdekat. Sesegera mungkin setelah jamaah pulang ke rumah masing-masing. Hal itu cukup penting. Mengingat wabah Mers sempat melanda Arab Saudi beberapa waktu lalu. Jangka waktu inkubasi penyakit ini bisa mencapai dua minggu.

“Jadi kalau selama rentang waktu tersebut belum sembuh harap diperiksakan. Lebih baik lagi disaat terkena sakit langsung memeriksakan. Jangan tunggu terlalu lama,” imbaunya.

Silvia membenarkan bahwa beberapa jamaah mengeluhkan kondisi tubuh yang letih. Bahkan, saat kedatangan, sebagian jamaah langsung dirawat oleh tim medis di mobil ambulance. Usia menjadi salah satu faktor penyebab keletihan. Seperti dialami, Sumpini, jamaah asal Gendingsari, Kalasan yang tergabung dalam kloter 29 mengaku kecapaian. Perempuan berusia 67 tahun itu merasa keletihan karena perjalanan yang cukup lama dari Arab Saudi ke Indonesia. (dwi/yog/mg1)