SLEMAN – Aksi kekerasan kembali terjadi di DIJ. Kali ini terjadi di Ringroad Barat, Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Jumat dini hari (30/9). Tiga orang meregang nyawa dengan sia-sia. Korban pertama adalah Adnan Hafid Pamungkas, 20, yang menjadi korban penusukan. Sedangkan dua orang lainnya adalah rekan pelaku penusukan terhadap Adnan yang tewas dihajar massa.

Kronologi kejadian, korban bernama Adnan Hafid Pamungkas, warga Salakan, Trihanggo berboncengan dengan temannya, Rizki Wahyu, 15. Sekitar pukul 01.00, keduanya berencana membeli pulsa ke Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Saat perjalanan pulang, motor yang dikendarai kehabisan bahan bakar di kawasan Mlangi, Sleman Keduanya kemudian meminta bantuan kepada rekan yang ada di desanya untuk menolong mereka.

Sembari menunggu temannya datang, keduanya lantas mendorong motor untuk mencari penjual bensin. Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) di Ringroad Barat, mereka berpapasan dengan pelaku yang berboncengan dengan dua orang lainnya. Pelaku lantas memblayer-blayerkan motornya. Seketika itu, korban berteriak ke pelaku.

Aku salah opo kok dibleyeri (aku salah apa kok dibleyeri),” ujar Rizki menirukan ucapan korban.

Tidak terima dengan teriakan korban, ketiganya menghadang korban. Ketika itu, pelaku mendatangi korban sendirian. “Pas pelaku turun dari motor, saya sudah melihat pisau lipat yang dibawa,” jelas Rizki.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghajar Adnan Hafid. Saat itu korban sempat melakukan perlawanan. “Pelaku sempat bilang ke dua rekannya do wedi po (apa kalian takut) karena hanya diam saja,” ujar Rizki yang lantas bergegas menuju permukiman untuk meminta bantuan warga.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku menusukkan pisau yang dibawanya ke dada korban. Mengetahui korban tak berdaya, ketiganya melarikan diri berpencar. Pelaku penusukan pergi menggunakan motor, sedangkan dua rekan pelaku berlari masuk kampung. Nahas, kedua teman pelaku yang diketahui bernama Dimas Braga, 18, dan Ridwan, 18, itu ditangkap oleh warga kampung. Mereka dihajar massa. Kebetulan lokasi kejadian tidak jauh dari desa korban.

“Hafid (sapaan Adnan Hafid Pamungkas) sempat bilang ke saya untuk menangkap pelaku,” ungkap Rizki.

Nyawa Hafid tidak tertolong di lokasi kejadian. Sedangkan dua rekan pelaku yang dihajar massa sempat dibawa ke RSA UGM. Keduanya sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penusukan yang belum diketahui identitasnya.

Kapolsek Gamping Kompol Heli Wijiyatno menjelaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kasus kekerasan yang terjadi di Ringroad Barat itu. Sejumlah saksi, telah dimintai keterangan dalam menangani kasus tersebut.

“Palaku penusukan masih kami kejar, termasuk mencari barang bukti. Doakan agar dalam waktu dekat segera tertangkap,” jelas Heli.

Dia menjelaskan, korban penusukan dan dua rekan pelaku penusukan sudah berada di RSUP dr Sardjito untuk dilakukan otopsi. Heli mengungkapkan, selain mendalami kasus penusukan terhadap Adnan Hafid, pihaknya juga tengah melakukan pendalaman terhadap aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga.

Ditemui di rumah duka ayah Hafid, Agus Sujianto mengaku kaget saat mendengar kabar anaknya menjadi korban. Dia mengungkapkan, malam itu anaknya sedang menyaksikan pentas dangdut. Kemudian karena tidak memiliki pulsa, dia berinisiatif mencari pulsa di Cebongan. Karena di sana ada penjual pulsa yang buka hingga dini hari.

“Tahu-tahu mendapat kabar anak saya ditusuk orang tidak dikenal. Sekarang anak saya sudah meninggal dengan keadaan seperti ini. Saya tidak terima,” ratapnya.

Korban langsung dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari kediamannya di Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Sementara itu, aksi kekerasan ini menambah daftar panjang kejadian yang baru-baru ini terjadi. Pada September ini saja, sudah ada dua kasus kekerasan yang menyorot perhatian publik. Pertama adalah penembakan dengan air gun yang dilakukan oleh pelajar berinisial KAR, 17, di Kota Jogja. Kemudian, enam pelajar menjadi korban pembacokan geng remaja yang menamakan diri mereka Cangkringan Side usai menonton pertandingan futsal pelajar di Cangkringan, Sleman. (bhn/ila/mg2)