Carikan Solusi, Pemkab Luncurkan Sipen Dakon
MUNGKID – Pembangunan konstruksi di Pemkab Magelang mengalami keterlembatan. Bahkan kegiatan yang terlambat ini terus berulang. Padahal pengendalian di bidang konstruksi memiliki karakteristik yang lebih kompleks dibanding yang lain.

Melihat kondisi itu, Pemkab Magelang mencoba mencari solusi. Salah satu caranya dengan meluncurkan aplikasi Sistem Peringatan Dini Pengendalian Konstruksi (Sipen Dakon) di Ruang Cemerlang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, kemarin (30/9).

“Kami akui dilihat dari perkembangan pelaksanaan kegiatan sejak 2015 lalu, masih terdapat cukup banyak kegiatan konstruksi yang mengalami keterlambatan pada tahap pelaksanaan,” ujar Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana saat acara peluncuran.

Menurutnya, pekerjaan konstruksi merupakan salah satu pekerjaan yang sangat kompleks. Bidang ini berkaitan langsung dengan anggaran. Bahkan nilai anggarannya bisa mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu dalam rangka memperoleh hasil pekerjaan yang lebih baik serta tepat waktu, pemkab me-launching aplikasi itu.

“Dengan diluncurkanya aplikasi sistem peringatan dini ini, akan dapat menekan keterlambatan pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Ia mengatakan, dengan besarnya alokasi anggaran bidang konstruksi dan realita mengenai banyaknya kegiatan yang terlambat, menuntut suatu metode pengendalian yang efektif. Keterlambatan capaian fisik kegiatan konstruksi yang tidak segera diantisipasi sejak dini akan terakumulasi menjadi persoalan krusial. “Apalagi mendekati akhir tahun anggaran,” katanya.

Dijelaskan bahwa pengendalian di bidang konstruksi memiliki karakteristik yang lebih kompleks. Ini karena kegiatan konstruksi terdiri dari tahapan-tahapan yang saling terhubung dalam suatu kerangka multistep method. Sehingga kegagalan satu tahapan akan menghambat tahapan berikutnya.

“Upaya mengenali permasalahan secara dini menjadi suatu hal yang penting dalam pengendalian kegiatan konstruksi,” katanya.

Melalui aplikasi ini, progres fisik kegiatan konstruksi ter-up date secara berkala. Seperti setiap minggu dan berdasarkan laporan itu diberikan peringatan dini atas keterlambatan fisik kegiatan konstruksi. Dengan adanya peringatan tersebut, para pemangku kegiatan konstruksi diharapkan dapat segera mengambil langkah pengendalian yang efektif.

Ia pun berharap stakeholder kegiatan konstruksi dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan benar, sehingga pengendalian konstruksi di Kabupaten Magelang berjalan optimal. “Pada akhirnya sarana prasarana yang terbangun memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Sub Bagian Pelaporan dan Analisis Pembangunan Konstruksi pada Bagian Administrasi Pembangunan Daerah Puji Lestari menambahkan, pagu anggaran belanja langsung untuk pekerjaan konstruksi pada APBD Kabupaten Magelang tahun anggaran 2016 cukup besar.

“Hampir separo dari belanja langsung tahun anggaran 2016. Demikian pula paket pekerjaan konstruksi dengan anggaran yang cukup signifikan lebih dari Rp 2,5 miliar jumlahnya mencapai 30 paket,” katanya. (ady/laz/mg1)