KULONPROGO – Pasangan calon (paslon) Zuhadmono Ashari dan Bray Iriani Pramastuti akhirnya benar-benar mendaftarkan diri ke KPU Kulonprogo, kemarin (29/9). Itu setelah melewati proses panjang di internal partai pengusungnya, yakni Partai Gerindra, PKB, dan Partai Demokrat.

Sebelumnya, paslon ini direncanakan mendaftar di hari terakhir pendaftaran. Namun, hingga penutupan pukul 24.00, Zuhadmono-Iriani urung datang ke Kantor KPU Kulonprogo. Meski sudah mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra, namun partai pengusung lainnya belum satu suara.

Akhirnya, kemarin paslon ini berangkat mendaftarkan diri. Keduanya didampingi keluarga dan pendukungnya berangkat dari rumah mantan Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo yang terletak di Pedukuhan Tayuban, Desa/Kecamatan Panjatan sekitar pukul 14.00.

Mengenakan setelan kemeja putih, celana cokelat, dan peci hitam, Zuhadmono naik kereta kuda di depan. Di belakangnya, BRay Iriani Pramastuti mengenakan setelan pakaian putih dipadukan kain batik hijau, jilbab hijau, dan tas senada naik kereta kuda bersama keluarganya.

Rombongan menempuh perjalanan dari rumah Toyo S. Dipo melewati perempatan Nagung dan sampai ke Kompleks Kantor KPU dengan waktu tempuh sekitar setengah jam. Keduanya juga diiringi kader dan simpatisan Partai Gerindra, PKB, dan Demokrat. Sesampai di halaman KPU Kulonprogo sekitar pukul 14.30, rombongan disambut hadroh yang sudah dipersiapkan oleh pendukungnya.

Zuhadmono menyatakan, dia memilih mendaftarkan diri pada masa perpanjangan pendaftaran supaya lebih mantap. Mantan pesaing Toyo S. Dipo dua periode ini juga mengklaim telah mendapat dukungan tiga koalisi dan seluruh komponen masyarakat, termasuk para kiai sepuh untuk maju dalam Pilbup Kulonprogo 2017.

“Mendaftar di masa perpanjangan karena kami harus konsolidasi dan minta pendapat dari sesepuh supaya lebih mantap. Kami hadir untuk menang,” ucapnya.

Menurutnya, pendaftaran sudah dipersiapkan semuanya. Mulai dari kelengkapan administrasi dan konsolidasi semua komponen. “Sudah tidak ada masalah. Saya optimistis menang, karena kami didukung mesin politik yang kuat, gigih, dan berani,” ujarnya.

Zuhadmono sendiri bukanlah sosok baru dalam gelaran pemilihan bupati di Kulonprogo. Zuhadmono memiliki jejak rekam politik yang panjang. Pada pemilihan kepala daerah 2001, dia berpasangan dengan Ahmad Subangi. Kala itu, dia melawan pasangan Toyo S. Dipo-Anwar Hamid.

Pada 2001, pilkada masih menggunakan pola pemilihan di DPRD Kulonprogo. Dua kali diadu, hasilnya draw. Kedua pasangan itu sama-sama mendapatkan 20 suara dari fraksi-fraksi di dewan. Pada putaran ketiga, Toyo unggul tipis selisih satu suara. Satu suara pendukung Zuhadmono dinyatakan gugur.

Lima tahun kemudian, pada 2006, Zuhadmono maju lagi. Saat itu dia berpasangan dengan Anwar Hamid. Lagi-lagi yang dilawannya adalah Toyo yang berpasangan dengan Mulyono. Pertarungan keduanya saat itu telah berubah dalam sistem pemilihan langsung. Lagi-lagi Zuhadmono kalah.

Sementara itu, Ketua KPU Kulonprogo Muhammad Isnaini mengungkapkan, pasangan Zuhadmono-Iriani mendaftar di hari kedua masa perpanjangan pendaftaran. Pasangan ini diusung partai Gerindra yang memiliki lima kursi di DPRD Kulonprogo, PKB dengan perolehan lima kursi, dan Demokrat dengan dua kursi.

“Sehingga untuk syarat keterwakilan di DPR delapan kursi mencukupi, karena jika ditotal ada 12 kursi dari gabungan kolaisi ini,” ungkapnya.

Disinggung terkait proses pemberkasan yang sempat tertunda beberapa saat, Isnaini menjelaskan, saat rombongan paslon hadir, ternyata dokumen pencalonan dan syarat calon belum sampai di KPU Kulonprogo.

“Sehingga harus menunggu beberapa saat. Dokumen itu akhirnya dibawa oleh salah satu pengurus partai pengusung, jadi secara pendaftaran itu belum bisa diterima,” ungkapnya.

Sesuai aturan pendaftaran, lanjutnya, memang ada keharusan dihadiri paslon, ketua dan sekjen partai pengusung. Kebetulan Ketua DPC PKB Kulonprogo tengah sakit dan opname di rumah sakit sehingga berhalangan hadir.

“Namun bisa digantikan dengan surat keterangan dokter, kendati demikian tanda tangan surat tetap dari yang bersangkutan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, lanjutnya, dokumen pencalonan akhirnya diterima dan dinilai memenuhi syarat. Kendati untuk dokumen syarat calon ada yang masih harus dilengkapi, sebab ada yang asli, ada pula yang masih fotokopi. Serta ada juga yang belum digandakan.

“Untuk berkas calon nanti kami beritahukan dokumen apa yang belum lengkap pada tanggal tanggal 7-8 Oktober nanti. Sementara perbaikan dari calon akan dilayani pada tanggal 7-11 Oktober,” lanjutnya.

Isnaini menjelaskan, sesuai dengan regulasi, penutupan masa perpanjangan pendaftaran tetap dilakukan pada Minggu (30/9) pukul 24.00 dengan rapat pleno. Adapun jadwal tes kesehatan akan dilaksanakan Senin (3/10)-Selasa (4/10) bertempat di RSUD Wates.

“Tes kesehatan akan dilakukan dokter khusus, nanti kami kirimkan surat resmi ke masing-masing,” katanya. (tom/ila/ong)