KULONPROGO – Mengantisipasi adanya kerusuhan menjelang dan selama pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017, polisi menggelar sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya, menggelar simulasi penanggulangan kerusuhan, kemarin.

Ratusan warga yang merasa tidak puas dengan oknum polisi yang ikut berpolitik praktis memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Kulonprogo 2017 ‘’menyerang” Mapolres Kuloprogo, kemarin (29/9). Sedikitnya 300 anggota diterjunkan mengatasi serangan warga tersebut.

Kronologi kejadian bermula ketika ada dua orang yang mabuk datang merusak Mapolres Kulonprogo. Keduanya diamankan, namun tidak lama kemudian datang massa meminta kedua rekannya dibebaskan. Kedatangan warga itu diketahui anggota patroli lalu lintas yang kemudian mengawalnya agar tidak berbuat anarkis.

Secara bertahap, aksi massa itu dilaporkan ke KA SPKT, secara berjenjang KA SPKT melaporkan kepada Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi dan memerintahkan Kabag Ops Kompol Sugiyanto segera mempersiapkan seluruh personel yang ada.

Atas perintah Kapolres alarm steling tanda bahaya atau darurat yang ada di Mapolres Kulonprogo dibunyikan. Kabag Ops selaku pengendali operasional segera mengumpulkan para Kasat untuk menyiapkan seluruh anggotanya dan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan peranannya masing-masing sesuai SOP.

Massa sudah bergerombol di depan pintu masuk Mapolres Kuloprogo sisi barat, negosiasi dilakukan tetapi massa yang emosi tidak mau membubarkan diri dan semakin ganas merangsek masuk, massa mencoba merusak fasilitas kantor maupun fasilitas umum.

Pasukan Dalmas akhirnya diterjunkan, massa semakin tidak terkendali dan berbuat anarkis, imbauan dan negosiasi mentah. Kapolres akhirnya memerintahkan Kabag Ops dan Danki Dalmas melaksanakan lintas ganti dari Kompi Dalmas Awal ke Kompi Dalmas Lanjut atau Inti.

Jumlah massa makin besar, tindakan tegas akhirnya diambil. Danki Dalmas menyiapkan formasi memecah massa namun tindakan itu justru memancing amuk yang terkendali lagi. Tim Raimas (pengurai massa) yang terdiri dari satu pleton kendaraan bermotor dan satu unit rantis AWC (armoured water canon) diterjunkan. Massa akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu hanya beberapa menit saja, susana kembali kondusif.

“Ini adalah rangkaian kegiatan Operasi Mantap Praja 2017, dimana tahapannya sudah dimulai, Sispam Markas ini dilakukan sebelum simulasi sistem pengamanan kota (Sispam Kota) dilaksanakan. Kegiatan dilakukan serentak di Mapolres dan di 12 Mapolsek se-Kulonprogo,” kata Nanang kemarin (29/9).

Sugiyanto menambahkan, simulasi ini penting untuk persiapan apabila terjadi sesuatu yang mengancam atau membahayakan markas. Ada rangkaian tahapan yang harus dilakukan jika menghadapi ancaman serupa.

“Kami harus siap dan memiliki prioritas pengamanan, arsip, surat-surat penting seperti penyimpanan surat kendaraan BPKB, dan tempat-tempar vital termasuk ruang tahanan dan gudang senjata,” katanya.

Semua ini merupakan rangkaian cipta kondisi dalam Pilkada Kulonprogo 2017. Sispam Kota juga akan dilaksanakan berikutnya. Sipam Kota rencana akan dilaksanakan Rabu (12/10) mendatang di Alun-Alun Wates.

“Simulasi Sispam Kota juga akan melibatkan Brimob dan TNI. Sementara untuk Sispam Markas kali ini kami melibatkan 300 personel Polres Kulonprogo,” katanya. (tom/iwa/mg2)