PURWOREJO – Sebanyak 68 siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Kaliboto, Kecamatan Bener mendapat pengalaman baru kemarin (29/9). Terbiasa

hidup di alam pegunungan, mereka dikenalkan pada kehidupan pesisir pantai selatan. Kegiatan itu sekaligus sebagai ajang penanaman mental bagi anak-anak agar lebih mencintai lingkungan. Mereka yang terbiasa melihat perbukitan dan menanam di lahan kering itu dihadapkan pada pemandangan lepas pantai dan pertemuan air laut dan tawar (payau) di Desa Gedangan, Purwodari, Purworejo. Sebagaimana kebiasaan di pegunungan, para siswa diajak melestarikan alam pantai dengan menanam mangrove. Kegiatan tersebut digalakkan pengelola Desa Mangrove Gedangan Purwodadi (Demang Gedi).

Kepala SDN Kaliboto Tuti Puspayanti mengatakan, acara kunjungan ke Demang Gedi, yang berjarak puluhan kilometer dari Bener untuk mengisi kegiatan jeda tengah semester bagi siswa kelas 4-6. “Selama ini anak-anak hanya tahu tanaman bakau. Padahal itu hanya sebagian kecil dari mangrove,” katanya.

Sri Nurhayati, guru pengampu, menambahkan, ide mengajak anak ke Gedagangn sebagai bentuk pembelajaran alam. Untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang lingkungan. Banyak hal baru yang bisa dipelajari anak, sekaligus memberikan pengalaman baru yang bersifat membangun. “Gedangan sangat cocok sebagai wahana edukasi anak. Apalagi kawasan ini masih dalam tahap pengembangan. Menanam mangrove akan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak, sehingga tertanam pada diri mereka,” ujarnya.

Menurut Nurhayati, hasil akan berbeda jika para siswa diajak ke tempat yang memang sudah menjadi destinasi wisata. Mereka hanya sekadar berwisata tanpa tahu proses pembangunan objek yang dikunjungi. “Gedangan masih banyak kekurangan. Misalnya, belum ada semacam gardu-gardu untuk berteduh atau fasilitas toilet. Kami menyadari hal ini karena memang masih dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Pengelola Demang Gedi Imam Tjiptadi membenarkan jika mangrove di wilayah pesisir Gedangan masih dalam proses pembentukan. Karena itu, dia mengajak berbagai pihak, terutama di sektor pendidikan untuk melihat lebih dekat. Keberadaan tenaga terlatih akan memberikan panduan dan pengetahuan mengenai tumbuh kembang mangrove serta berbagai kehidupan yang ada di lingkungan itu. (udi/yog/mg2)