MUNGKID – Hujan deras yang berlangsung dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor di Dusun Palungan, Sidosari, Salaman. Satu rumah rusak sedang, dua rumah rata dengan tanah serta lima motor tertimbun material longsoran.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah kemarin. Namun, 24 orang harus mengungsi ke rumah saudaranya sampai batas waktu yang belum ditentukan. Peristiwa ini berawal dari hujan deras yang mengguyur berbagai wilayah di Kabupaten Magelang dari Sabtu (24/9), Minggu (25/9), dan berlanjut hingga Selasa (27/9). Hujan deras tiga hari berturut-turut itu mengakibatkan tebing mengalami longsor kemarin.

“Awalnya tanah longsor dengan skala kecil. Hingga kemudian langsung disusul tanah longsor yang besar,” kata Kepala Desa Sidosari Makmun Triyono.

Makmun menjelaskan, jarak rumah dengan tebing sebelum longsor sekitar 30 meter. Saat turun longsor skala kecil, lanjutnya, beruntung salah satu warga ada yang mengetahui. Pemilik rumah seketika itu langsung diajak berlari untuk menyelamatkan diri.

“Salah satu korban mengetahui tanahnya bergerak langsung mengambil anak-anaknya. Telat satu menit saja mereka bisa tertimbun tanah,” jelasnya.

Dua rumah yang roboh terkena material tanah tersebut milik Mat Yasin dan Muhamad Fadoli. Rumah Mat Yasin ukuran sekitar 8×10 meter tertimbun tanah beserta dua sepeda motor bebeknya. Sementara rumah Muhamad Fadoli ukuran sekitar 8×16 meter juga porak-poranda beserta tiga sepeda motor miliknya. “Sedangkan satu rumah lagi tidak berpenghuni,” ungkapnya.

Warga bersama relawan, TNI, dan Polri bahu membahu membersihkan material tanah. Mereka membantu mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan para korban. Total terdapat tiga rumah yang terdampak bencana. Sementara lima rumah di bawahnya juga terancam longsor susulan.

Untuk sementara waktu, para korban mengungsi di tempat saudaranya. Sebanyak 24 jiwa dari enam KK mengungsi di dua titik. Makmun mengaku tidak tahu pasti sampai kapan mereka mengungsi. Sebab, tanah di lokasi kejadian diketahui masih bergerak.

“Kami belum memikirkan upaya relokasi. Terpenting saat ini mengambil barang-barang korban yang masih bisa digunakan. Setelah itu baru memikirkan hal lain,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Supranowo mengaku sudah memberikan bantuan logistik ke para korban. Bantuan yang diberikan juga berupa peralatan dapur dan lainnya.

Menurutnya, Desa Sidosari merupakan daerah rawan bencana tanah longsor. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Februari silam. Untuk itu, dia dengan instansi terkait tengah memikirkan upaya relokasi bagi warga sekitar.

“Untuk hal teknis sedang kami komunikasikan dengan DPU. Kami melakukan kajian secara cepat, mengingat tanah atau retakan longsor masih bergerak. Kami pikirkan untuk relokasinya,” katanya. (ady/ila/ong)