JOGJA-Sementara itu, hujan deras yang mengguyur selama seharian di Kota Jogja, DIJ membuat talud Sungai Winongo ambrol. Laporan yang diterima BPBD Jogja, hujan yang mengguyur semalaman hingga Rabu pagi (28/9) membuat talud yang berada di RW 03 Pakuncen, Wirobrajan, Jogja longsor.

Talud tersebut ambrol sepanjang sekitar tujuh meter, dengan ketinggian dua meter dan lebar tiga meter. Selain itu juga ada laporan pohon tumbang di Bumijo, Jetis, Jogja. Pohon tersebut menimpa rumah warga bernama Suparjiyo.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Agus Winarta, untuk pohon tumbang yang menimpa rumah, pihaknya sudah melakukan langkah darurat dengan menutup sementara menggunakan terpal. Sedangkna untuk talud yang longor juga ditutup sementara dengan terpal dan karung pasir untuk pengamanan sementara. “Kami ajukan bantuan ke BPBD DIJ untuk minta cadangan terpal,” jelansya.

Dia meminta masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan saat musim pancaroba hingga akhir musim hujan nanti. Selain pohon tumbang, bencana yang mungkin terjadi adalah banjir dan longsor. Itu sesuai dengan peringatan yang dikeluarkan BMKG DIJ, kemungkinan musim hujan masih berlangsung lama.

“Untuk talud yang longsor, langsung dikomunikasikan dengan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilyah (Kimpraswil) Kota Jogja,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Johan mengatakan, talud yang longsor di RW 03 Pakuncen sebenarnya talud yang baru dibangun setahun lalu. Menurutnya, longsornya talud tersebut tidak hanya karena kondisi talud, tapi juga dikarenakan penggerusan di sekitarnya. Terlebih lokasi talud yang ambrol pas berada di belokan sehingga tekanan airnya juga kuat. “Di dekat talud yang longsor itu ada penambangan pasir oleh warga,” ujar Oleg. (pra/ila/ong)