JOGJA-Tidak seberuntung tetangganya di utara yang merekrut empat pemain, PSIM Jogja nihil rekrutan anyar di babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Tidak adanya amunisi baru, sedikit banyak membuat perjuangan Sunni Hizbullah dkk cukup berat.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengatakan, meskipun batas pendaftaran pemain ditutup 3 Oktober mendatang, pihaknya tidak akan lagi berburu pemain. “Sudah tidak ada lagi pemain baru yang kami incar. Tinggal memaksimalkan skuad yang ada saat ini. Kami optimis akan mendapat hasil yang maksimal,” katanya.

Ia beralasan, waktu yang tersisa akan dimaksimalkan untuk memoles pemain yang saat ini ada di tim. Termasuk memadukan mereka ke dalam skema permainan untuk bertarung di 16 besar. Di sisi lain, ia juga kecewa dengan melesetnya pemain incaran yang tidak jadi bergabung. “Kalau pun ada pemain baru maka harus benar-benar yang sudah jadi dan bisa segera menyesuaikan dengan tim,” jelas pelatih asal Magelang itu.

Mengenai progres permainan anak asuhnya dari evaluasi sejak fase grup dan Trofeo Mamuju beberapa waktu lalu, ada beberapa hal yang menjadi sorotan. Salah satunya proses penyelesaian akhir yang belum maksimal. Di samping mental bertanding dan kondisi fisik pemainnya. “Ada Juni yang cedera hamstring. Kami berharap bisa segera pulih dan bisa dibawa besok (hari ini-red) ke Madura untuk melawan Perssu (2/10),” ujarnya.

Mengenai rencana permintaan peninjauan jadwal laga tandang PSIM, pihak manajemen urung menyurati PT GTS sebagai operator kompetisi. Sekretaris Umum PSIM Jarot Sri Kastowo mengatakan, kendala yang dialami PSIM, menurutnya juga dialami oleh beberapa klub lain. Karena itu, pihaknya akan menyiasati agar bisa lebih efisien. Termasuk away ke Sumenep, tim akan diboyong menggunakan bus.

Hal itu akan lebih efektif waktu, dibandingkan dengan menggunakan kereta yang masih perlu menunggu jadwal keberangkatan. “Ikut di Trofeo Mamuju membuat kita pengalaman bertanding dua hari berturut-turut dan ritme perjalanan jauh,” tuturnya. (riz/din/ong)