CIMAHI- Medali perunggu DIJ lainnya diraih pembalap muda Liontin Evangelia Setia di nomor points race putri 16 km. Dari 48 putaran, Liontin mendapat total 26 poin. Sedangkan medali emas diraih pembalap kawakan Uyun Muzizah dari DKI Jakarta dengan raihan39 poin. Sementara medali perak diraih pembalap tuan rumah Ayustina Della Priatna dengan 35 poin.

Dari nomor terakhir yang dipertandingkan cabor balap sepeda, Fatahillah Abdullah menyumbang satu medali perunggu dari nomor points race 30 km putra. Dari 90 putaran yang diselesaikan, Fatahillah meraih 44 poin, di bawah raihan dua pembalap lainnya. Nandra Eko Wahyudi asal Jatim berhasil merebut medali emas dengan 62 poin. Sedangkan medali perak diraih pembalap asal Kaltim Projo Waseso dengan 47 poin.

“Di empat nomor ini anak-anak bisa memberikan yang terbaik. Memang di nomor point race cukup sulit, karena pembalap harus pas timingnya untuk mengambil atau melepaskan diri,”ujar Pelatih Balap Sepeda DIJ Henri Setiawan usai pertandingan.

Menurutnya, keberhasilan tim balap sepeda dengan total meraih 4 medali emas, 1 medali perak dan 3 medalli perunggu mengantarkan tim balap sepeda DIJ menjadi juara umum di nomor trek cabor balap sepeda PON XIX/2016. Sementara Jatim hanya mengumpulkan 3 medali emas. Sedangkan DKI dan tuan rumah masing-masing mengumpulkan satu medali emas. “Kami berhasil lampaui target tiga emas, karena yang satu sebenarnya target untuk downhill. Tapi dari nomor trek kami berhasil raih empat medali emas. Karena dari nomor road race juga hanya dua perunggu,”ujarnya.

Ditambahkan, gemilangnya atlet-atlet balap sepeda DIJ sebenarnya bisa lebih dari prestasi raihan saat ini. Namun sayang, sarana dan prasana latihan di DIJ belum memadai. Terutama tidak adanya trek velodrome yang selama ini para atlet terpasksa numpang latihan di tetangga yang sudah memiliki velodrome. “Sebenarnya DIJ mampu, karena selama ini kami latihan di Solo. Kalau besok-besok mereka menutup untuk kami latihan, bagaimana nasib DIJ,”ujarnya.(dya/din/ong)