JOGJA – Pihak PSIM Jogja kecewa berat dengan sikap mantan pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin. Gelandang sayap yang baru saja membela PON Jateng itu sebelumnya dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pihak Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja. Namun belakangan Zaenal justru merapat ke rival se-provinsi PSS Sleman.

“Inilah pemain profesional tapi tidak punya etika,” kata Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Kastowo kepada Radar Jogja kemarin (27/9). Menurutnya, sudah ada kesepakatan kedua belah pihak. Namun, saat diminta surat keluar katanya tidak diperbolehkan pelatih. Alasannya tidak enak sama pelatih. Soalnya waktu istrinya melahirkan dibantu banyak sama pelatih.

Jarot mengungkapkan, sebelumnya Zaenal yang lebih dulu mengutarakan ketertarikannya membela PSIM di babak 16 besar ISC-B mendatang. Hal itu dikatakan Cheng- panggilan Zaenal, kepada salah satu temannya yang sudah dulu merumput bersama PSIM. “Kami tindak lanjuti dengan negosiasi via telepon, dan sudah Ok,” tambah Jarot.

Setelah kesepakatan itu, Zaenal belum juga bergabung bersama Sunni Hizbullah dkk. Saat itu dia memperkuat tim Jawa Tengah di PON Jabar. Namun langkah Jateng terhenti di perempat final. “Kami menghormati karena dia mau membela tim Jateng. Makanya sementara kita hanya minta surat keluar dari Rembang (PSIR). Eh baru tiga hari yang lalu kita dapat info malah sudah deal dengan utara (PSS, Red),” tegasnya.

Meskipun kecewa, Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar akan berusaha mencari pengganti pemain yang dibutuhkan pelatih. “Kami rencana akan tetap mencari pemain baru sesuai kebutuhan tim,” tandasnya.

Pihak PSS Sleman melalui manajer Arif Juli Wibowo tidak banyak berkomentar terkait transfer Cheng tersebut. Pihaknya memastikan pemain rekrutan PSS akan didaftarkan ke operator kompetisi sebelum 3 Oktober mendatang. “Akan kami daftarkan bersama pemain lainnya,” ujarnya.

Sebelum Zaenal, PSS telah merekrut Aulia Ardi, Bijahil Chalwa, Nanda Pradana dan Eka Angger.

Sesepuh sepakbola Jogjakarta yang juga dekat dengan PSIM Dwi Irianto bahkan menyebut Zaenal adalah pemain pembohong dan tidak profesional. Mbah Putih demikian ia biasa disapa, merasa dikibuli mentah-mentah oleh pemain yang biasa mengenakan nomor punggung 15 itu.

Mbah Putih mengaku tidak pernah teriak-teriak mengenai apa yang dilakukan PSS sebelumnya. Namun khusus kejadian tersebut dia merasa tersinggung. “Akan terus saya kejar,”tegasnya.(riz/din/mg1)