JOGJA – Proses transfer mantan pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin ke PSS Sleman berbuntut panjang. Sebelumnya gelandang sayap itu telah menjalin kesepakatan dengan Ketua Umum sekaligus Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru. Namun belakangan ternyata lebih memilih berseragam hijau-hijau PSS Sleman.

Sesepuh sepakbola Jogjakarta yang juga dekat dengan PSIM Jogja, Dwi Irianto bahkan menyebut Zaenal, adalah pemain pembohong dan tidak profesional. Pria yang akrab disapa Mbah Putih merasa dikibuli mentah-mentah oleh pemain yang biasa mengenakan nomor punggung 15 itu. Bahkan ia mengaku pernah menemui Cheng, panggilan Zaenal, saat yang bersangkutan masih memperkuat kesebelasan Jawa Tengah di PON 2016 Jabar.

“Saya izin dengan manajer dan pelatih Jateng, saya ingin ketemu Zaenal. Tak tanya, katanya sudah deal dengan Mas Agung (Agung Damar, red). Tapi kenapa belum kirim surat keluar dari PSIR,” katanya kepada Radar Jogja.

Saat itu menurut Mbah Putih, Zaenal berat pindah ke PSIM karena tidak diperbolehkan oleh pelatihnya. Zaenal mengaku banyak berutang budi dengan pelatihnya, karena juga telah membantu biaya persalinan anaknya. \

“Dia juga bilang kerja di Bina Marga Rembang. Selain itu pelatihnya katanya dendam dengan PSIM dan minta bertahan di PSIR, tapi malah ke PSS,” cetusnya.

Mbah Putih mengaku tidak pernah teriak-teriak mengenai apa yang dilakukan PSS sebelumnya. Namun khusus kejadian tersebut ia merasa tersinggung dengan sikap Zaenal dan akan terus mengejar pemain tersebut.

“Saya ketemu dia di Bekasi, tanyakan ke dia, bener ndak omongan saya. Saya bukan kecewa, ngapain kecewa dengan pemain yang tidak profesional,” tandasnya. (riz/dem)