JOGJA – Keberadaan kapal pesiar di dunia ternyata sangat banyak. Hanya, eksistensinya masih belum diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Padahal, keberadaan kapal pesiar dapat
menyerap banyak tenaga kerja dan dapat menjadi roda penggerak ekonomi di tanah air.

“Tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di kapal pesiar mencapai 16 ribu orang. Itu baru dari satu agensi, belum agensi lainnya,” kata Direktur LPK Sun Marino Indonesia Ariyanto saat berkunjung ke Radar
Jogja, Rabu sore (28/9).

Kedatangan Arianyo ke Radar Jogja didampingi Bidang Akademik Anto, Kepala Bidang Penyaluran Kristanto, dan Marketing Communication Yuliantoro. Mereka diterima Penanggung Jawa Online Fritqi Suryawan bersama Pemimpin Redaksi Radar Jogja Reren Indralina dan Redaktur Senior Adib Lazwar Irkhami.

Selain peluang kerja di kapal pesiar, peluang berkarir di perhotelan masih terbuka luas. Apalagi, di berbagai provinsi dan kota-kota besar di tanah air kini banyak berdiri hotel berbintang baru seperti Kota Jogja, Jakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, dan sejumlah kota lain di luar Jawa.

“Peluang kerja ini jangan sampai diambil negara lain. Apalagi, sekarang sudah berlaku pasar bebas ASEAN,” jelas Ariyanto.

Agar peluang kerja di kapal pesiar dan hotel tak diambil negara lain, lanjut Ariyanto, Sun Mariono Indonesia telah mengeluarkan berbagai strategi. Salah satunya mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) di Hotel Tembok Baru Residence pada 4 hingga 5 Oktober mendatang. Pada Rakernas ini
akan dihadiri 18 cabang di Indonesia. Seperti Pekan Baru, Medan, Pangandaran, Tangerang Selatan, Palembang, Bengkulu dan lain sebagainya.

“Pada Rakernas ini juga akan diadakan perekrutan kru kapal pesiar dan hotel,” jelas Ariyanto.(mar/hes)