Satu Lagi, Kontingen DIJ Penuhi Target

BANDUNG – Harapan Kontingen DIJ untuk meraih 15 medali emas tinggal selangkah lagi. Lia Karina Mansur menjadi penyumbang emas ke-14 bagi Kontingen DIJ. Itu setelah dia menjadi yang terbaik di kelas kyurugi -67 Kg putri cabang olahraga taekwondo yang berlangsung di Gymnasium UPI, Bandung, kemarin (27/9).

Lia berhasil naik ke podium tertinggi setelah main tiga kali dengan menang poin. Di penampilan pertamanya, Lia tampil dominan dari taekwondoin tuan rumah, Safira Nurunnazma. Teknik tendangan memutar menjadi senjata Lia yang membuat Safira tidak berkutik. Lia menang telak 16-0.

Menang dari Jabar, di semifinal Lia bertemu lawan tangguh dari DKI Jakarta. Sama-sama bermain menyerang, Lia lagi-lagi harus mengandalkan teknik tendangan. Postur sama tinggi, taekwondoin DKI, Nanda Fernandia tidak ingin menyerah begitu saja. Sempat saling susul poin, akhirnya Lia menutup ronde pertama dengan 18-9.

Sudah unggul poin, taekowndoin cantik ini memantapkan perolehan poin dengan tendangan menjurus ke dada yang membuatnya menutup rode kedua dengan 21-9.

Di babak final, pemegang sabuk hitam dan 2 bertemu dengan lawan tangguh dari Aceh yakni Fadhlunna Khairunnisa. Keduanya tampil hati-hati, hingga beberapa kali wasit memberi peringatan untuk menyerang. Dua poin yang didapat Lia di ronde pertama menjadi poin penting yang mengantarnya menjadi juara.

Di ronde kedua, baik Lia maupun Khairunnisa sempat terkena cedera. Namun pertandingan tetap berlanjut hingga akhir. “Tadi sih sudah tidak terasa sakitnya, fight saja terus. Lawan hati-hati, saya juga waspada,”ujar Lia usai pertandingan.

Emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 ini menjadi raihan emas keduanya sepanjang keikitsertaannya mewakili Jogjakarta. Bisa mempertahankan medali emas, menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus mengharukan. “Empat tahun lagi belum tahu bisa ikut lagi atau tidak. Alhamdullilah bisa mempertahankan emas. Tentu saja ini saya persembahkan untuk Jogjakarta,”ujarnya.

Pelatih Taekwondo DIJ Huhu Martono mengatakan lega bisa mengantarkan Lia merebut medali emas lagi. Meski sudah habis-habisan tampil di semifinal, Lia bisa mencuri poin di final. “Ada jurus kaki andalan dia yang tidak bisa dia lakukan. Karena lawannya juga tidak menyerang, hanya bertahan. Untung Lia bisa dapat poin,”ujarnya.

Di hari yang sama tiga taekwondoin DIJ lainnya gagal di babak pertama, mereka adalah Farta Kamotep yang turun di kelas kyurugi -53 putra, Aditya Rizky Yuda P di kelas -54 putra, dan Wulan Rachmahani yang turun di kelas kyurugi -57 putri.

Hari ini, tim taekwondo DIJ masih menyisakan satu kelas yakni kyurugi -73 kg atas nama Fitriana Mansur. Fitriana yang akan turun di partai kedua menjadi juga atlet unggulan DIJ yang dihatapkan bisa mendulang medali emas. “Fitriana langsung bertemu tuan rumah di babak pertama. Apapun bisa terjadi kalau sudah di arena. Semoga Fitriana bisa tampil maksimal,” ujar Huhu.

Dengan emas ke 14, langkah DIJ untuk mencapai target merengkuh 15 medali emas tinggal selangkah lagi. Capaian 14 medali emas ini juga mencatatkan sejarah bagi Kontingen DIJ sepanjang keikutsertaannya di ajang pesta olahraga tanah air. Sebab, Kontingen DIJ tercatat paling banyak mengemas medali di PON 2008 Kalimantan Timur yakni dengan 13 medali emas, 16 medali perak dan 21 medali perunggu.

Sementara di Pon 2012 Riau, DIJ hanya meraih 10 medali emas, 12 medali perak dan 16 medali perunggu. “Alhamdulillah. Semoga target kami bisa diraih hari ini. Karena masih ada taekowondo dan balap sepeda yang jadi unggulan kami,” ujar Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo. (dya/din/mg1)