Balap Sepeda Berpeluang Tambah Medali Emas

CIMAHI—Tim balap sepeda DIJ akhirnya menelurkan medali emas dari nomor track melalui trio Fatahilah Abdullah, M. Nur Fathoni, dan Samai yang turun di nomor tim sprint putra. Trio pesepeda andalan DIJ ini menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:7.300 di Velodrome Munaip Saleh, kemarin (26/9).

Fatahilah, Fathoni, dan Samai mengungguli rival beratnya DKI Jakarta di babak final dengan selisih catatan waktu yang tipis, yakni 1:7.970. Dengan hasil tersebut, tim yang terdiri dari Erik Andrianto, Puguh Admadi dan Reno Yudho harus puas dengan medali perak.

Babak final yang berlangsung menegangkan, tim DKI sempat memimpin dengan sistem satu lintasan. Tim DIJ menempatkan Samai di depan, disusul Fathoni dan Fatahilah sebagai pembalap ketiga. Tertinggal di seperempat lintasan terakhir, Fatahilah membuat kejutan dengan mengejar dan menjadi yang pertama mencapai garis finis.

Terlebih lagi, di babak kualifikasi, tim DKI sudah memimpin dengan catatan waktu terbaik yakni 1:6.432. Dedangkan DIJ berada di belakangnya yakni dengan catatan waktu 1:6.648. Namun, Fatahilah dkk berjuang mati-matian di babak final dan naik ke podium tertinggi.

Sementara di posisi ketiga, ditempati tuan rumah Jawa Barat dengan catatan waktu 1:7.590. Mereka mengungguli Kalimantan Barat yang hanya mencatat waktu 1:7.619. “Kami tadi sempat tertinggal, tapi kami tetap berusaha maksimal mengejar ketertinggalan. Tapi akhirnya kami mampu melampaui DKI,” ujar Fatahilah.

Raihan trio sprint putra DIJ, belum diikuti pesepeda DIJ lainnya di hari yang sama di nomor lainnya. Liontin Evangellina hanya mampu berada di urutan keempat di babak kualifikasi nomor individual pursuit 3.000 meter dengan catatan waktu 1:00.27. Hasil tersebut, membawa salah satu atlet andalan DIJ ini dalam perebutan medali perunggu.

Di nomor lainnya, tim pursuit 4.000 meter putra yang terdiri dari Elan Riyadi, Ongky Setiawan, Odie Purnomo, dan Rastra Patria juga gagal masuk ke babak final. Di perebutan medali perunggu, tim DIJ akan berhadapan dengan tim tangguh dari Jabar. Sedangkan di nomor final 500 meter time trial putri, dua pembalap sepeda DIJ yakni Dian Sofiatun dan Riska Agustin gagal memabwa pulang medali.

“Sebenarnya peluang medali emas di nomor sprint dan tim pursuit putra. Tapi ternyata yang pursuit gagal ke final setelah Rastra keluar dari balapan di putaran ke delapan,”ujar pelatih balap sepeda DIJ M Basri.

Peluang tim balap sepeda dari nomor track masih terbuka lebar untuk menambah pundi-pundi medali, seperti dari nomor men’s keirin, women point race, dan tim sprint putri.

Dari cabor terbang layang, duet atlet Danang Tri Nugraha dan Nuri Nara W berhasil menyabet medali emas di nomor double mix precision pemula di Lanud TNI AU Suryadarma, Sumedang. Pasangan DIJ memperoleh total nilai tertinggi yakni 1.182, disusul tim dari Papu dan tuan rumah, Jawa Barat di posisi ketiga. “Mundurnya DKI di nomor mix keuntungan juga buat tim DIJ, karena selama ini DKI selalu mendominasi,”ujar Pelatih Terbang Layang DIJ Syaiful Amirudin.

Meski meleset dari target yakni untuk meraih dua medali emas, pihaknya bersyukur bisa membawa pulang satu medali emas bagi Kontingen DIJ.

Di hari ketiga menjelang berakhirnya PON di tanah Legenda ini, Kontingen DIJ berhasil menambah 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dengan raihan tersebut, perolehan sementara Kontingen DIJ hingga kemarin total 45 medali terdiri dari 11 medali emas, 14 perak dan 20 perunggu. Masih ada tiga hari tersisa bagi Kontingen DIJ untuk mencapai target 15 medali emas di PON XIX/2016.(dya/din/mg1)