PURWOREJO – Beralasan istri tidak bisa memenuhi hasrat karena bekerja di Jogjakarta, seorang ayah di Kecamatan Grabag, Purworejo, tega menggauli darah dagingnya sendiri sejak anak itu berumur tujuh tahun.

Korban, sebut saja Melati, 17, kini kondisinya labil karena malu dengan keluarga, teman dan tetangganya. Sementara pelaku, AW, 35, harus meringkuk di tahanan Mapolres Purworejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo mengatakan, peristiwa terakhir terjadi pada Mei 2016 lalu sekitar pukul 23.30 di rumah korban. Dari pengakuan pelaku, ia melakukan tindakan bejat tersebut sampai tujuh kali.

“Tindakan itu baru dilaporkan korban kepada ibunya dan meminta agar ibunya pulang pada 19 September 2016 lalu,” kata Kapolres saat gelar perkara kasus menonjol persetubuhan terhadap anak di Aula Mapolres Purworejo, kemarin (26/9).

Sesampai di rumah, korban melaporkan kepada ibunya jika dirinya sudah tidak perawan akibat perbuatan ayahnya. Mendengar hal itu, ibu korban kaget dan langsung melaporkan peristiwa ini ke polisi.

“Dari hasil pemeriksaan di TKP, keterangan para saksi maupun keterangan dari dokter RSUD (dr Tjitrowardojo, Red) disimpulkan jika korban telah mengalami persetubuhan dan tersangka telah terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak,” tambah Kapolres.

Atas perbuatannya ini, pelaku dinilai melanggar Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman terhadap pelaku paling lama 15 tahun dan paling singkat lima tahun. (udi/laz/mg2)