SLEMAN – Sleman dikenal dengan potensi bambu yang melimpah. Sayangnya pemanfaatannya sebagai bahan baku produk kreatif belum maksimal. Itu termasuk diversifikasi produk akhir.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berharap pemanfaatan potensi bambu untuk kepentingan ekonomi ditingkatkan. Karena itu, dia sangat mengapresiasi kreativitas warga Dusun Brajan. Di sini mayoritas warganya mampu mengembangkan bambu sebagai potensi ekonomi. “Apalagi di sini sudah berjalan sistematis karena setiap warga memiliki showroom sendiri,” ujarnya saat peresmian Sentra Industri Kerajinan Bambu di Dusun Brajan, Sendangagung, Minggir Sleman, kemarin (26/9).

Muslimatun menilai produk Dusun Brajan sudah layak eksport. Diversifikasi produk sudah memenuhi syarat pasar. Selain itu kualitas dan kerapian penggarapan juga menjadi nilai lebih. “Saya mendengar warga Brajan sudah eksport tapi melalui tengkulak. Ke depan kami dorong agar mereka eksport secara mandiri. Pemkab Sleman akan membantu melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman,” janjinya.

Pengukuhan Dusun Brajan sebagai sentra industri merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman. Ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman No. 57 Tahun 2016 tentang Sentra Industri di Kabupaten Sleman Tahap II. “Manfaatnya sangat besar, mampu mengurangi kemiskinan dan menyerap tenaga kerja. Warga Brajan jadi produktif dan bisa meningkatkan taraf ekonomi. Harus dipertahankan dan dikembangkan,” tambahnya.

Pengukuhan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi. Kepala Disperindagkop Sleman Pustopo mengungkapkan persaingan ekonomi dalam MEA sangat terbuka. Setiap produk tentu harus memiliki kompetensi untuk bersaing secara bebas.

Selain itu juga untuk meningkatkan peran serta kelembagaan sentra dalam pemberdayaan ekonomi melalui sentra industri kecil. Menurutnya potensi kerajinan di Sleman sangat besar. Pada tahun 2015 Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sepuluh sentra kerajinan. “Sampai saat ini sudah dikukuhkan enam sentra termasuk Dusun Brajan. Akan digenjot terus untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka,” jelas Pustopo. (dwi/din/mg2)