JOGJA – Kekayaan sumber daya manusia (SDM) kreatif di DIJ bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah berstatus istimewa ini. Terlebih, kekuatan SDM DIJ sudah teruji saat harga kekayaan sumber daya mineral jatuh. Ekonomi DIJ tetap tumbuh meski daerah seperti Sumatera dan Kalimantan jeblok.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengakui, kekuatan ekonomi kreatif akan menjadi masa depan ekonomi dunia. Ini terlihat dari perkembangan ekonomi dunia yang besar berdasarkan kemampuan SDM kreatifnya. Seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Kedua negara ini telah berkembang tak hanya menjadi Macan Asia. Tapi, pemasok industri kreatif di dunia.

“Jogjakarta sendiri ibarat gudangnya pelajar inovatif dan kreatif,” ujar HB X saat pembukaan Jogjakarta Innovation Hub 2016 di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ, kemarin (26/9).

Ia menjelaskan, Jogjakarta sudah terkenal sebagai kota jasa bermuatan intelektual. Para profesional muda yang keluar dari Jogjakarta selalu berhasil menjadi perancang kelas nasional maupun dunia.

“Kekayaan SDM intelektual di DIJ ini sangat maju. Produknya siap membangun inovasi pertama di Indonesia,” jelasnya.

Dukungan pelatihan dan fasilitas bagi peneliti muda melalui Jogjakarta Inovation Hub, lanjutnya, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan penelitian. Itu bisa berwujud menjadi karya nyata yang berguna bagi masyarakat. “Bukan hanya sekedar karya. Tapi, masyarakat juga merasakan dari manfaat karya tersebut,” kata bapak lima puteri ini.

Salah satu peserta Jogjakarta Inovation Hub Reka dari SMK 1 Seyegan Sleman mengaku, senang dengan adanya Jogjakarta Inovation Hub ini. Kegiatan ini akan sangat membantu pelajar terus berkreasi dan berinovasi. “Akan sangat bermanfaat bagi siswa. Karena terbuka bagi siswa mengembangkan ide-ide kreatifnya,” jelasnya.

Selain itu, siswa yang mengikuti ini juga akan membuka wawasan. Ide-ide kreatif tak hanya seperti yang mereka dapatkan dari bangku sekolah. Tapi, sangat melimpah jika mau untuk membuka wawasan.

Regional Director Corporate Affairs Asia Pasific dan Jepang Intel Anjan Ghosh mengatakan, fasilitasi bagi anak muda yang kreatif merupakan keharusan. Penemu-penemu teknologi kreatif selama ini banyak dari anak muda.

“Mungkin nantinya di Indonesia akan muncul Mark Zuckerberg (penemu Facebook) lain yang bisa menginspirasi warga dunia,” katanya. (eri/laz/mg1)