Bercanda di Sela Tes Kesehatan Paslon

JOGJA – Ada keseruan di balik tes kesehatan para pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota di RS Jogja, kemarin (26/9). Kejadian menarik terjadi saat para paslon diminta untuk berfoto bersama.

Imam Priyono (IP) menolak ketika diajak foto bersama dengan gaya yang biasa sembari duduk. IP pun bercanda dengan berdiri terus mengepalkan kedua tangannya menghadap ke Haryadi Suyuti (HS). “Fotone ngene wae,” ujarnya disambut gelak tawa pengunjung rumah sakit yang menyaksikan kejadian itu.

HS pun hanya tersenyum saja. “Hanya bercanda saja. Saya sama pak Haryadi tidak ada masalah,” ujar IP menjelaskan.

Ya, kemarin merupakan hari pertama pelaksanaan tes kesehatan paslon. Tes kesehatan kemarin juga selesai lebih cepat dari jadwal. Semula tes dijadwalkan selesai pukul 16.30. Tapi, pada pukul 13.30 para paslon sudah menyelesaikan tes psikiatri.

“Tes selesai lebih cepat dari perkiraan, karena mulainya juga lebih awal,” ujar Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan dari RS Jogja dr Kiswarjanu.

Sekitar pukul 07.00, para calon sudah mulai berdatangan. Dimulai oleh calon wali kota IP yang datang, kemudian diikuti calon wakilnya Achmad Fadli. Tak selang lama, calon wali kota HS dan Heroe Poerwadi (HP) datang.

“Mereka datang lebih awal, kami kasih seragam (kimono) dan langsung dimulai pemeriksaan,” lanjutnya.

Seluruh tes kesehatan ini dilaksanakan di RS Jogja. Sudah disiapkan 15 dokter spesialis yang melakukan pengecekan, ditambah petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jogja dan Himpunan Psikologis Indonesia (HIMPSI).

Kiswarjanu mengatakan, pada hari pertama, para calon melakukan cek kesehatan telinga hidung tenggorokan (THT), gigi, laboratorium, radiologi, jantung hingga tes narkoba yang dilakukan oleh BNN Kota Jogja.

Hari pertama tes diakhiri dengan psikiatri. Sedang hari ini (27/9) hanya untuk psikotes, termasuk wawancara. “HIMPSI menghendaki (pskikotes) dalam kondisi ideal, jadi dilaksanakan besok,” ujarnya.

Direktur Utama RS Jogja drg Tuty Setyowati menambahkan, setelah semua tes selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan rapat pleno yang hasilnya disampaikan ke KPU Kota Jogja. Rapat pleno tersebut nantinya hanya memberikan laporan calon memenuhi persyaratan sehat atau tidak.

Sementara itu, calon wali kota HS mengatakan, tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan tes kesehatan. Termasuk saat mengerjakan tes psikiatri yang total berjumlah sekitar 580 soal.

“Kan cuma jawab ya dan tidak, semisal ada pertanyaan apakah kamu mau bunuh diri? ya dijawab tidak,” ujarnya.

Sedangkan HP mengungkapkan, sebelum menghadapi tes kesehatan dia telah mengikuti saran dari tim dokter, supaya berpuasa minimal delapan jam sebelumnya. HP mengaku sudah mulai berpuasa sejak pukul 22.00. “Ya mengikuti anjuran dokter saja, suruh berpuasa dulu ya puasa, yang lain tes standar,” ujar mantan wartawan itu.

Terpisah, calon wali kota IP mengaku anjuran tim dokter untuk berpuasa sejak malam harinya, membuatnya tidur lebih awal. Sebelum tes kesehatan IP mengaku sudah tidur sejak pukul 21.00. “Padahal tidak pernah sebelumnya tidur pukul 21.00, makanya sekarang terlihat segar kan,” ucapnya setengah bertanya.

Pasangan IP, Achmad Fadli menambahkan tidak ada persiapan khusus dalam menjalani tes kesehatan ini. Termasuk untuk tes psikiatri yang menurutnya merupakan cerminan kebiasan sehari-hari. (pra/ila/mg1)