Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis didampingi Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung saat menyampaikan meteri dihadapan para sisawa. (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
SLEMAN – Tidak semua orang mengetahui siapa saja ahli waris korban kecelakaan meninggal dunia yang diakui oleh PT Jasa Raharja sebagai penerima santunan kecelakaan. Sesuai aturan, mereka yang masuk kategori ahli waris dan berhak mendapatkan santunan adalah suami/isteri, anak, dan orang tua.

“Jika yang mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia adalah pasangan suami isteri maka yang berhak mendapatkan dan menerima santunan adalah anak dari para korban. Apabila pasangan suami isteri tidak memunyai anak maka yang berhak menerima santunan adan orang tua para korban,” kata Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis didampingi Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung saat memberikan sosialisasi dihadapan siswa SMKN 1 Depok, Sleman, Senin (26/9).

Selain itu, Azis menjelaskan besaran nominal santunan bagi para korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Untuk korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan darat dan laut, santunan biaya perawatan maksimal Rp 10 juta dan Rp 25 juta untuk korban angkutan udara. Sedangkan untuk santunan korban meninggal kecelakaan lalu lintas darat dan laut sebesar Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk korban kecelakaan moda angkutan udara.

“Ada juga biaya penguburan sebesar Rp 2 juta. Biaya penguburan ini diberikan kepada korban kecelakaan yang tidak diketahui identitasnya atau tidak memiliki ahli waris,” papar Azis. (ama/dem)