BANDUNG—Duka mendalam menyelimuti Kontingen DIJ di tengah perjuangan mendulang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Pelatih senior cabang olahraga (cabor) menembak DIJ, Sebastian Laksawana tutup usia saat mengawal tim menembak DIJ ke Bandung, Jawa Barat.

Pelatih senior kelahiran 1943 ini ditemukan sudah tidak bernafas di kamar hotel tempatnya menginap, Sabtu (24/9). “Sangat mengejutkan dan menyedihkan hati kami,”ujar Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo.

Setelah mendapat kabar dari Pelatih Menambak DIJ Joko Yuniarto dan langsung berangkat ke hotel. Jenasah langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin dan sekitar pukul 15.30 langsung diterbangkan ke Jogja untuk selanjutnya disemayamkan di PUKJ (Perkumpulan Urusan kematian Jogjakarta).

Di usianya yang tidak muda lagi, Pak Bastian, sapaan akrabnya, masih berkenan untuk melatih bahkan mengawal para atlet hingga berlaga di PON 2016. “Kemarin sempat bertemu beliau saat kami monitoring ke venue menembak. Beliau seorang patriot olahraga DIJ yang perhatiannya pada pembinaan atlet, khususnya menembak sangat tinggi,”kenangnya.

Mewakili keluarga, Pelatih Menembak DIJ Joko Yuniarto melalui surat bermaterai yang disampaikan kepada Kepala Kepolisian Sektor Sumur Bandung, jawa Barat menyatakan bahwa pihak keluarga tidak berkenan dilakukan visum et revertum dan menganggap kematian almarhum sebagai suatu musibah. Keluarga juga tidak akan menuntut pihak manapun sehubungan dengan kematian tersebut. Dan apabila ada pihak lain yang menggugat dalam kejadian ini, dianggap tidak benar.

Duka mendalam juga menyelimuti salah satu atlet menembak DIJ, Trisnaningtyas. Dirinya menjadi salah satu yang mendapati almarhum sudah dalam keadaan tidak bernafas. Tidak ada firasat sama sekali, karena saat berangkat hingga malam harinya almarhum dalam keadaan sehat. Namun, sepengetahuannya, Pak Bastian memang memiliki riwayat penyakit stroke dan sempat mengalami tekanan darah tinggi.

“Beliau sosok yang serius dan pendiam. Tapi di balik itu dia ingin atletnya disiplin,”ujarnya yang mengenal sosok almarhum kurang lebih sepuluh tahun lalu sejak pertama kali bergabung di Perbakin DIJ.(dya/din/mg1)