SLEMAN – Persija Jakarta memaksakan hasil imbang 2-2 dalam bentrok melawan tuan rumah PSS Sleman di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), Minggu (25/9). Tuan rumah dua kali unggul lewat Dave Mustaine di menit 21 dan Riski Novriansyah di menit 69. Tim tamu menyamakan skor lewat Pacho Kenmogne dan Rachmat Afandi.

Selepas kick off, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Menit pertama, percobaan Busari sempat mengancam lewat tendangan jarak jauhnya. Termasuk juga enam menit berselang. Namun bola masih di atas mistar gawang kiper Persija, Reky Rahayu.

Persija membalas melalui tendangan jarak dekat Pacho Kenmogne di menit 10. Penjaga gawang PSS Agung Prasetyo masih bisa mengantisipasi. Di menit ke 16 Deny Rumba ditarik keluar karena cedera dan diganti Rama Yoga. Dua menit berselang, rekrutan anyar Bijahil Chalwa mencoba menggedor gawang Macan Kemayoran. Sayang sundulanya masih lemah.

Tuan rumah memecah kebuntuan di menit 22. Tendangan bebas Dave Mustaine meluncur ke pojok atas gawang Persija tanpa bisa dihalau penjaga gawang. 1-0 tuan rumah unggul.

Tertinggal, tim tamu keluar membalas. Tendangan Ade Chandra di dalam kotak penalti belum mengenai sasaran. Juga percobaan Ramdhani Lestaluhu yang masih bisa diantisipasi Agung Prasetyo. Juga sundulan Rodrigo Tosi umpan dari Ismed Sofyan yang melebar. Anak asuh Seto Nurdiyantoro juga membalas dengan percobaan Chalwa dan Dave Mustaine. Sampai turun minum skor tetap 1-0.

Di babak kedua, masing-masing tim melakukan banyak pergantian pemain. Persija memasukan Sutanto Tan, Ambrizal Umanailo, dan Bambang Pamungkas tepat di awal babak kedua. Sedangkan PSS memberikan kesempatan kiper baru Nanda Pradana untuk dimainkan. Termasuk Riski Novriansyah, Rama Yoga, dan Oya Winaldo. Selanjutnya Dirga Lasut dan Jodi Kurniadi masuk bergantian dengan Dave Mustaine dan Chalwa.

Empat menit setelah turun minum Pacho menyamakan skor 1-1, umpan Gunawan Dwicahyo tidak disia-siakan pemain bernomor punggung 59 itu. Tendangannya tak mampu diantisipasi Nanda.

Riski Novriansyah membawa Laskar Elang Jawa unggul setelah mencetak gol di menit ke 68. Umpan-umpan pendek Dicky dan Busari berhasil dimaksimalkan pemain bernomor punggung 14 itu. Persija yang tertinggal lebih intens melakukan penyerangan.

Menit 65 Pacho berhasil mengirim umpan ke kotak penalti yang ditanduk Bambang Pamungkas. Beruntung penyelamatan Nanda Pradana masih bisa menghalau bola masuk ke gawang. Berkali-kali Persija membombardir pertahanan PSS melalui Ramdhani, William Pacheco, dan Novri Setiawan. Namun gol penyama baru lahir di menit pertama babak tambahan waktu babak kedua.

Menanggapi hasil imbang tersebut, Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengaku, motivasi pemainnya menghadapi Persija cukup bagus. Mereka juga bisa belajar dengan pemain Persija yang menurutnya memiliki keunggulan skill permainan di atas anak asuhnya. Dari pertandingan tersebut, dia bisa mengetahui masih ada beberapa lubang di pertahanan timnya yang masih perlu segera dibenahi sebelum bentrok dengan Persepam sepekan mendatang.

“Kalau sebelumnya kami selalu kebobolan dari serangan balik, sekarang umpan silang bola crossing jadi menjadi kelemahan kami,” ujar Seto.

Mengenai pemain baru Eka Enggar yang masih dalam seleksi, dia mengaku tertarik dengan permainannya. Dipasang sebagai wing back kiri, dia bermain selama 80 menit sebelum digantikan Tulus. “Saya rekomendasikan ke manajemen,” ujarnya.

Sementara itu,Pelatih Persija Muhammad Zein Al Haddad mengatakan, dalam pertandingan tersebut pihaknya mengaku tidak memaksakan kemenangan. Dia mencoba untuk menggunakan formasi 4-4-2 dan memasang Pacho Kenmogne berduet dengan Rodrigo Tosi. Hasil imbang 2-2 menurutnya pantas untuk kedua tim.

“Di babak pertama kami terlalu santai dan terkesan meremehkan. Setelah tertinggal, di babak kedua baru permainan anak-anak keluar menyerang,” katanya seusai laga.

Meskipun dua kali tertinggal lebih dulu, dia mengaku puas dengan keseluruhan permainan anak asuhnya. Beberapa pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi adalah transisi antara bertahan dan menyerang. (riz/ila/mg2)