BANDUNG – Graha Laga Satria ITB Jatinangor, Bandung bergemuruh ketika pesilat DIJ menumbangkan pesilat andalan tuan rumah, Jabar di final kelas E putri, Minggu (25/9). Dyah Purnamasari yang tampil lepas menang telak 5-0 atas Nadia Putri Dewi.

Kemenangan Dyah bukan hanya kejutan bagi Kontingen DIJ, tapi sekaligus kemenangan bagi perjalan prestasi pencak silat DIJ yang selama 31 tahun puasa dari medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Tampil di kelas E putri, Dyah menjadi kuda hitam diantara nama-nama pesilat unggulan, termasuk pesilat tuan rumah yang ditumbangkannya di babak final.

Pesilat yang masuk pemusatan latihan (Puslatda) mandiri ini justru tampil tanpa beban, permainan lepas membuatnya bisa mengambil poin demi poin dari tiga ronde yang dimainkan. Dari skor 5-0, Dyah mendapat nilai 14-11 dari juri I, sedangkan dari juri kedua memberi nilai 16-14. Sementara dari juri ketiga, Dyah mendapat penilaian yang selisihnya terpaut cukup jauh yakni 14-9. Juri keempat memberi penilaian dengan seilih tipis 18-17. Dari juri kelima, Dyah mendapat penilaian 16-14.

Tampil tanpa beban, menjadi kunci kemenangan atlet yang baru pertama kalinya bertarung di ajang multievent empat tahunan ini. “Sebelum tanding deg-degan, tapi ya saya main lepas saja. Apalagi pelatih terus menenangkan saya,” ujar usai pengalungan medali.

Medali emas yang diraih Dyah, menjadi momen kembalinya kejayaan pancak silat DIJ yang terhenti di PON XI 1985. Saat itu, pesilat Joko Widodo menyumbangkan medali emas dari kelas B putra dan tak disangka, medali itu menjadi yang terakhir bagi tim pencak silat DIJ. Namun, jeda cukup panjang itu akhirnya diretas kembali oleh pesilat asal Sleman ini.

Pelatih Pencak Silat DIJ Bambang Mujiono mengatakan, sejak awal atlet tidak dibebankan untuk bisa meraih medali. Namun, setiap atlet pasti memiliki target pribadi yang ingin dicapainya diajang bergengsi ini.

“Dan, ternyata Dyah bisa mengatasi perlawanan pesilat tuan rumah, meski suporternya luar biasa. Tapi, Dyah bisa main tenang. Status atlet mandiri juga tidak mempengaruhi penampilannya,” ujarnya.

Sebelumnya, cabor beladiri ini sudah menyumbangkan medali bagi Kontingen DIJ. Yakni dua medali perunggu masing-masing diraih Firdana Wahyu Putra dari kelas I putra dan Galang Tri Widya Putra dari kelas B putra. Perolehan medali sementara untuk Kontingen DIJ yakni 9 emas, 13 perak, dan 19 perunggu. (dya/ila/mg2)