Dua Petarung Derajat Tumbang

BANDUNG – Tim taekwondo DIJ hanya mampu menyumbang satu medali perunggu dari empat kelas yang diikuti di hari pertama di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Medali itu diraih dari kelas poomsae beregu putra atas nama Asep Santoso, Setyawan dan Radika Tri Dewa, yang berlangsung di Gedung Gymnasium FPOK UPI, Bandung, kemarin (25/9).

Tiga taekwondoin DII hanya mengumpulkan total nilai 8.610 di bawah perolehan nilai tuan rumah Jabar yakni 8.900 dan tim beregu dari Jawa Tengah yang mengantongi nilai 8.770. Sedangkan satu perunggu lainnya diraih tim beregu putra dari Jatim dengan nilai 8.650.

Raihan medali perunggu di nomor beregu, belum berlanjut di nomor perorangan. Asep yang juga turun di nomor perorangan hanya mampu berada di peringkat keenam dengan raihan nilai 8.530. Sementara dari nomor kyurugi, Bayu Prasto Kuncoro yang turun di kelas -74 light dan Arif Darmanto yang turun di kelas -63 kg bantam langsung tersingkir di babak pertama.

“Di hari kedua (hari ini, Red) masih ada peluang untuk tambahan medali, yang penting atlet kita bisa fokus,” ujar Pelatih Taekwondo DIJ Wesley H Tauntu.

Dijadwalkan hari ini dua taekwondoin DIJ akan berjuang di kelas kyurugi putra -68 kg atas nama Oky Indera Pamungkas dan Sigit Adi Pratama yang akan turun di kelas kyurugi -87 kg putra.

Sementara itu, dari cabor tarung derajat, dua petarung tumbang di hari pertama penyelenggaraan yang berlangsung di GOR Padjajaran, Bandung, kemarin (25/9). Tinggal Adela Cyntia Devi, satu-satunya harapan cabor tarung derajat untuk menambah pundi-pundi medali.

Di penampilan perdananya, Maidy Charles bertemu petarung Riau, M Ali di kelas 52 kg. Sejak awal turun main, petarung yang menggantikan posisi Antonio Belo ini tampak ragu dan kalah agresif dari Ali yang coba terus menyerang. Kalah 0-3 membuat petarung yang baru pertama kali tampil di pesta olahraga nasional ini tersingkir di babak pertama.

Turun di kelas 67 kg, Wiranata Rifandi harus tunduk 0-3 dari petarung tuan rumah, Rian S. Wira yang menjadi andalan DIJ langsung diuji mental menghadapi serangan Rian dan ribuan ratusan suporter yang mendukungnya. Meski sudah tampil maksimal, Wira gagal mencuri satu nilai dari wasit dan juri.

“Mengejutkan sekali, padahal Wira tampil bagus. Tapi lawannya juga menyerang terus,” ujar Pelatih Tarung Derajat DIJ Dedih Kusnadi.

Satu harapan DIJ untuk meraih medali emas ada di tangan Adel yang akan turun di kelas 54 kg putri. Menurut jadwal akan bertanding Selasa besok (27/9) menunggu pemenang antara Jatim dan NTB. Meski medali perunggu sebenarnya sudah aman di tangan Adel dari drawing pertandingan yang mendapatkan bye. “Satu-satunya tinggal Adel, semoga besok dia bisa bermain lepas,” ujarnya. (dya/laz/mg1)