KULONPROGO – PT Angkasa Pura 1 (AP) berjanji memprioritaskan warga terdampak bandara memperoleh kerja di New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun warga harus menyesuaikan kompetensi yang dibutuhkan.

“Standar kompetensi menjadi hal penting yang harus dipenuhi,” kata General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, kemarin (22/9).

Dijelaskan, peluang kerja di bandara bagi warga terdampak khususnya dan warga Kulonprogo pada umumnya sangat luas. Tak hanya terbatas pada lulusan sarjana. Misalnya untuk tenaga keamanan cukup lulusan SMA dan SMK.

“Kali ini kami melaksanakan program BUMN Mengajar di SMK Maarif 1 Wates. Program ini merupakan program Kementeriaan BUMN bagi murid SMK dan SMA untuk memberikan wawasan dunia kerja,” kata Agus.

Kepala SMK Maarif 1 Wates Rahmat Raharjo senang dengan program tersebut. Menjadi wujud komunikasi sekolah kejuruan dengan dunia industri. “Tentu sangat bermanfaat, murid bisa mendapatkan gambaran langsung seperti apa dunia kerja di Bandara NYIA nanti,” kata Rahmat.

Selama ini murid sama sekali tidak memiliki gambaran seperti apa bekerja di industri penerbangan. Dengan adanya prioritas yang diberikan AP bagi warga Kulonprogo ini menjadi peluang. “Ada rencana akan disusun MoU antara sekolah dengan AP,” ujar Rahmat.

Bagus Wahyu Jatmiko, siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) V SMK Ma’arif 1 Wates mengatakan sudah memiliki gambaran arah pembangunan bandara Temon. Namun dia enggan jika peluangnya hanya sebagai tenaga keamanan bandara. “Kalo cuma jadi satpam bandara, saya tidak mau,” kata Bagus. (tom/iwa/ong)