MAMUJU – PSIM Jogja mengawali pertandingan segitiga Trofeo Bupati Mamuju 2016 melawan Mamuju Utama FC dengan skor 1-1. Sempat kecolongan oleh serangan balik lawan di babak pertama, Laskar Mataram mampu memaksakan hasil seri lewat sontekan Hendika Arga Permana di perpanjangan waktu babak kedua.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengatakan, secara permainan dia mengakui anak asuhnya masih kesulitan menemukan bentuk permainan di awal laga. Namun di pertengahan babak pertama, mulai menemukan ritme permainan. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, PSIM lebih banyak menguasai permainan. “Banyak peluang tapi kendalanya memang finishing,” katanya kepada Radar Jogja,usai laga.

Dia juga menyebutkan bahwa dua hari sebelum pertandingan memang pemain diistirahatkan. Bahkan, saat akan memulai latihan, peralatan latihan juga masih tertahan di bandara. Mengenai tekanan lawan, dia melihat belum terlihat terlalu berat dan masih bisa diantisipasi Sunni Hizbullah dkk. Tingginya pressing dan dominasi permainan membuat lawan juga hanya bisa mengandalkan serangan balik. “Keunggulan anak-anak fisik lebih prima. Sehingga bisa menyerang sampai 90 menit. Gol tadi juga lahir di injuri time,” bebernya.

Meskipun gagal meraih hasil penuh, Erwan mengaku tidak mempermasalahkan skor akhir. Dalam lawatan ke Mamuju dia mengaku ingin menilai hasil latihan terutama kebugaran fisik pemain dan kolektivitas permainan.

Hari ini PSIM akan melawan Persita Tanggerang di laga kedua. Mengenai calon lawannya, dia tidak ada strategi khusus. “Kami ingin melihat sejauh mana kebugaran pemain di cuaca yang hujan dan dua pertandingan berturut-turut. Semoga hikmahnya bisa kami ambil sebelum turun di 16 besar,” tandasnya. (riz/din/ong)