KULONPROGO – Pencairan ganti rugi lahan NYIA di Balai Desa Glagah dilanjutkan, kemarin (22/9). Namun pembayaran ganti rugi untuk tanah yang masih ada perbedaan sikap ahli waris akan dilanjutkan pekan depan. Menunggu kajian terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil BPN DIJ Arie Yuriwin. “Persoalan ganti rugi tanah yang masih ada perbedaan sikap ahli waris menjadi bahan evaluasi kami. Dikaji terlebih dahulu.Minggu depan semoga sudah ada solusi,” kata Arie.

Pimpinan Proyek Pembangunan NYIA Sujiastono menyatakan dalam pembayaran gati rugi ini pihaknya hanya bertindak sebagai juru bayar. “Kami tugasnya menerima warga yang dinyatakan clear BPN di meja lima. Meja satu sampai empat diisi BPN dengan tugas verifikasi dokumen,” kata Sujiastono.

Mengenai pembayaran di Balai Desa Glagah yang dihentikan Rabu (21/9), dia mengatakan akan berupaya agar terus berjalan. “Saya apresiasi warga yang sudah bersedia datang dan berjanji akan berupaya mencarikan solusi,” kata Sujiastono.

Sebelumnya, Kepala Desa Glagah Agus Pramono menghentikan pembayaran ganti rugi. Alasannya, kebijakan Angkasa Pura (AP) berubah-ubah, mengakibatkan warga yang telah mengikuti proses namun ahli warisnya lainnya menolak ganti ruginya harus dititipkan ke pengadilan alias konsinyasi.

Hal itu dinilai merugikan warga yang sejak awal kooperatif mendukung bandara.

Apalagi jumlah warganya yang memiliki bidang tanah namun ahli warisnya memiliki perbedaan pandangan banyak. Kendati bidang tanah itu sudah dibagi-bagi kepada masing-masing ahli waris, kebanyakan dokumen resminya masih menjadi satu. (tom/iwa/ong)