JOGJA – Tidak butuh waktu lama bagi jajaran Polresta Jogjakarta untuk mengamankan pelaku penembakan air gun pada sebuah kendaraan yang melintas di Jalan Ireda, Mergangsan, Jogja pada 20 September lalu.

Dari tangan pelajar KAR,17, diamankan sebuah senjata air gun beserta beberapa butir peluru gotri.

Kapolresta Jogjakarta, Kombes Pol Tommy Wibosono mejelaskan pelaku mendapatkan senjata tersebut dari toko online seharga Rp 2,6 juta.

Air gun berwarna hiam berjenis pietro barrea buatan italia ini dibeli dengan niat untuk melakukan tindakan kekerasan.

”Setiap hari pelaku membawa senjata ini. Alasannya untuk jaga-jaga,” jelas Tommy dalam gelar perkara di Mapolresta Jogjakara kemarin (22/9).

Dijelaskan saat kejadian, pelaku sebenarnya bermaksud melukai pelajar dari SMA Budiluhur Jogja. Ketika melintas di Jalan Mergangsan, pelaku melihat pelajar SMA Budiluhur berada di angkiringan dekat sekolah.

Ketika itu, pelaku bersama seorang lainnya yang kini tengah buron menantang pelajar yang ketikaa itu tengah nongkrong.

Mendapat tantangan dari pelaku hanya hanya dua orang, siswa Budiluhur memberikan menanggapi. Namun secara tiba-tiba pelaku meneluarkan airgun dan menambaknya secara membabi buta.

“Ternyata tidak satupun peluru mengenai siswa, tapi malaah mengenai kaca mobil yang ketika itu ada di lokasi kejadian,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan dari pemilik kendraan, jajarannya segera melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi dan CCTV saat di lokasi kejadian, identitas pelaku bisa dikenali.

Pelaku, akhirnya berhasil diringkus di rumah saudaranya berada di Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sebelumnya, jajarannya menyambangi kediamannya di Tlukan, Gonjen, Tamantirto.

“Namun ketika disambangi ternyata tidak berad dikediamannya,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, Kapolresta menyebut kalau tersangka akan dijerat dengan pasal 406 KUHP karena telah menghancurkan atau merusakan barang. Ancamannya kurungan penjara maksimal 2 tahun 8 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500.

”Ini bukan lagi kenakalan pelajar tetapi sudah murni tindak pindana,” tegasnya. (bhn/ong)