JOGJA – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIJ kembali mengamankan ribuan obat ilegal. Kali ini, ribuan obat tradisional dan obat kuat itu diamankan dari gudang milik RH, 51, yang ada di Rejowinangun, Kotagede, Jogja.

Kepala BBPOM DIJ I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengungkapkan, sebanyak 25.207 dus obat dari 109 item tidak berizin BPOM. Selain itu, nomor registrasi BPOM yang tertera di label ternyata hasil pemalsuan. “Obat tradisional yang diedarkan sebagian besar mengandung bahan kimia obat,” jelas Ayu, kemarin (22/9).

Dia menjelaskan, obat tradisional yang dijual rata-rata berasal dari produk jamu yang ada di Jawa Tengah. Sedangkan untuk obat kuat yang disita merupakan merek asing asal Tiongkok dan Jerman.
Pelaku menyimpan ribuan obat-obatan tersebut di gudang yang ada di belakang rumah. Selama ini pelaku juga membuka toko obat di kawasan Pasar Beringharjo, Jogja. “Obat tradisonal yang dijual berjenis pegal linu, asam urat, dan penambah vitalitas. Namun digudang masih ada obat-obatan jenis lain,” terangnya.

Saat ini, pihak BBPOM masih melakukan penyidikan terkait jenis obat-obatan yang disita. Termasuk, pendistribusian obat-obatan tersebut. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam Pasal 196 UU No 36/ 2009 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
”Pelaku juga diancam pasal 197 undang-undang yang sama karena pemalsuan izin. Dengan denda Rp 500 juta dan ancaman maksimal 15 tahun,” jelasnya.

Staf Penyelidikan BBPOM DIJ Parjuni menjelaskan, pihaknya sejak 2015 melakukan pengawasan terhadap pendistribusian obat yang dilakukan oleh RH. Sebelumnya, pelaku merupakan pedagang obat-obatan yang masuk dalam pembinaan BBPOM DIJ.
”Ketika berjualaan jamu di Pasar Beringharjo ditemukan. Namun jumlahnya tidak banyak. Setelah dibina dan dilakukan penyelidikan ternyata menyimpan produk yang lebih besar,” ungkapnya. (bhn/ila/ong)