BANDUNG-Penampilan gemilang mengantarkan Claudia Megawati Suyanto menyabet medali emas yang keempat bagi Kontingen DIJ di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Glanggang Renang FPOK UPI, Bandung. Dari nomor single technical cabang olahraga renang indah, Claudia mengumpulkan poin tertinggi 72,94 meninggalkan jauh lima perenang dari daerah lainnya.

Tampil di urutan kelima, Claudia tampil meyakinkan diiringi musik bernuansa klasik. Gerakannya yang gemulai namun tegas di air menghipnotis para juri dan memberikan nilai 28,5 untuk elemen gerakannya. Sedangkan dari execution Claudia meraih 22,7 dan dari penilaian impression Claudia mendapat nilai 21,7.

Total nilai yang didapat 72,92. Angka ini terpaut selisih cukup jauh dari lima perenang indah dari daerah lain. Di peringkat kedua, Livia Lukito hanya mampu mengumpulkan yotal nilai 69,29. Perenang indah asal Jawa Timur ini pun berhak memperoleh perak. Sedangkan perunggu menjadi milik perenang indah asal Jawa Barat, Aurora Almarini Khairunisa yang mengumpulkan nilai 65,37.

Perjuangan atlet unggulan DIJ ini tidak sia-sia. Di bawah asuhan pelatih asing Anna Nasekina, Claudia mampu menjadi yang terbaik meski harus melawan rasa dinginnya air. “Kendala terberat airnya yang dingin. Khawatir kaku. Tapi Puji Tuhan semua lancar,”ujar Claudia usai pengalungan medali yang disematkan langsung oleh Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo.

Sepanjang nyemplung dan menggeluti renang indah secara profesional, Claudia Megawati Suyanto belum pernah sekalipun ditonton langsung oleh sang mama meski support 100 persen selalu menyertai dirinya. Namun tidak halnya dengan kemarin. Kedatangan sang mama menjadi suntikan semangat tersendiri bagi atlet kelahiran 9 Agustus 1993 ini. “Senang luar biasa mama dibela-belain bisa datang dan nonton. Baru kali ini ditonton mama,”ujarnya terharu.

Bagi Claudia, penampilannya di ajang multievent empat tahunan terbesar di tanah air kali ini benar-benar akan menjadi gong prestasi dirinya di renang indah. Karena PON di tanah Legenda ini akan menjadi pengalaman yang terakhir dalam hidupnya. Alasan inilah, yang juga melatarbelakangi sang mama hadir.

Menurutnya, tentu tidak mudah bagi sang mama untuk menyempatkan waktu. Terlebih sang papa, yang dulu juga merupakan pelatih renang dan guru renang pribadinya masih terbaribg sakit. “Ya karena ini PON terakhir aku, orangtuaku juga sudah tahu. Makanya mama menyempatkan datang,”ujarnya.

Menurut atlet yang belum lama ini menyelesaikan study S1 dan bersiap S2 ini, memang sudah memutuskan ini akan menjadi keikutsertaannya yang terakhir di PON. Perjuangan meraih medali emas pun terwujud. Latihan pagi dan sore, Senin hingga Minggu dilakoni di bawah pelatih Tim Renang Indah DIJ Ragil Sugirestu dan pelatih asing Anna Nasekina.

Claudia membuktikan diri bisa meningkatkan prestasi PoN 2012 Riau lalu, dimana saat itu dirinya hanya pulang membawa medali perunggu dinomor yang sama. “Ini PON terakhirku. Dari segi usia besok juga sudah tidak bisa. Ya habis ini ak mau refreshing dulu, belum ada rencana apa-apa,”ujar putri bungsu pasangan Tonny Suyanto dan Ispiyati ini.

Di hari pertama berlangsungnya pertandingan cabor renang indah kemarin, sempat terjadi aksi protes dari Kontingen DKI yang membuat pertandingan harus tertunda 2 jam lebih. Ketentuan PB PRSI yang membatasi usia atlet yakni tidak boleh lebih dari 26 tahun (kelahiran tahun kurang dari 1990) membuat Kontingen DKI keberatan. Sebab, atletnya sudah berusia 28 tahun. “Keputusan tetap sama seperti hasil technical meeting. Yakni atlet tidak boleh lebih dari 26 tahun,” ujar Ketua Bidang Pertandingan PON XIX/2016 Jabar Yudha Munajat Saputra.

Cabor renang indah masih menyisakan dua nomor pertandingan, yakni duet technical yang akan berlangsung hari ini dan nomor tim free yang akan digelar besok (24/9). Kontingen DIJ masih berpeluang di dua nomor tersisa, Claudia akan kembali tampil berduet dengan Annisa Feritrianti.

Sedangan di nomor tim free, DIJ akan menurunkan tujuh atletnya yakni Putri Yaninda Sari, Maharsani Sekar Langit, Pratiwi Adiati, Dea Vania Putri, dan Nabila Marwah K Umarella serta Claudia dan Annisa.(dya/din/ong)