ZETIZEN goes to New Zealand telah menemukan 20 besar peserta yang konsisten melakukan aksi positif untuk sesama. Mereka akan dipilih lima untuk mengikuti seleksi di Surabaya, bersama peserta lain dari seluruh Indonesia.

Seleksi dilakukan Radar Jogja, kemarin. Para peserta antusias menunjukkan berbagai prestasi luar biasa yang tak jarang membuat kagum. Salah satunya Lynahamidah, mahasiswi semester pertama jurusan Satra Inggris UNY. Sejak SMA dia konsen di bidang sosial.

“Ngadain komunitas Jogja Mengajar yang tersebar di empat kabupaten di Jogjakarta. Dulu awalnya cuma empat orang tapi sekarang udah 200 anggota,” kata Lyna.

Dia Mengatakan bahwa komunitas ini dibentuk karena terinspirasi Indonesia Mengajar. Tapi Jogja Mengajar berfokus di Jogjakarta. Pengajarnya juga mahasiswa.

“Mahasiswa bisa kok kalo diminta ngajar. Berfokus di Jogja karena masih banyak tempat di kota pelajar ini yang butuh dibantu pendidikan formal maupun informal,” kata Lyna.

Tak kalah seru, aksi Ferian Fembriansyah dari jurusan Manajemen UPN Jogja. Dia fokus pada anak-anak dan menjadi humas Forum Anak Kota Jogjakarta.

“Justru anak usia 19 tahun hingga 25 tahun adalah mereka yang bisa memahami anak kecil. Karena kami ada di usia tengah. Bisa ngomong ke generasi tua, bisa juga memahami anak usia muda. Jadi justru kami yang harus aktif,” ungkap Ferian.

Dia aktif dalam melakukan berbagai kegiatan mewadahi bakat anak kecil seperti melatih nari. Di kampungnya Warungboto dia memikirkan konsep takbiran kreatif buat anak-anak.

“Mereka generasi muda, penerus bangsa, jadi kami harus mau turun memahami anak-anak. Kepedulian kami adalah investasi jangka panjang untuk membangun bangsa,” kata Ferian.

Lima Zetizen Goes To New Zealand akan bertanding di Surabaya untuk memperebutkan satu tiket masing-masing provinsi dan liburan serta belajar di New Zealand. Ditunggu kabar baiknya. Anak muda jangan lupa selalu berkarya. (ata/iwa/ong)