MAGELANG – Minuman keras (miras) palsu kini beredar di Kota dan Kabupaten Magelang dalam tiga bulan terakhir. Miras ini terdiri atas berbagai merk seperti Martel, Jose Cuerco, Chivas Regal, Black Label, Jack Daniel, dan lainnya. Meski disegel, miras berisi alkohol murni, minuman bersoda, dan beberapa campuran lain.

Praktik ilegal ini diketahui setelah Polres Magelang Kota membongkar bisnis haram tersebut. Salah satu pelaku, Irawan, berhasil dibekuk petugas setelah didatangi rumahnya di Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang.

“Pelaku hanya membeli botol yang mereknya terkenal, lengkap dengan labelnya. Kemudian diisi miras racikannya sendiri,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto kemarin (21/9).

Melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani dijelaskan, dari hasil pemeriksaan tersangka bermitra dengan seorang rekan untuk bisnis miras oplosan ini. Di awal produksi, keduanya patungan masing-masing Rp 1 juta untuk membeli botol, bahan-bahan, dan alat-alat.

“Pelaku membeli botol kosong seharga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per botol,” katanya. Ia menguraikan, semua bahan diracik dan dimasukkan ke dalam botol. Sementara tutup botol dilapisi plastik yang dipanaskan dengan hair dryer. Miras palsu ini kemudian ke pelanggannya di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Harganya Rp 100.000 per botol.

“Dari hasil penjualan, tersangka mendapat untung Rp 2 juta per bulan. Uang itu kemudian dibagi dengan rekannya,” katanya.

Untuk sementara, pelaku belum mengungkapkan identitas rekannya itu. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk mencari siapa saja pembelinya. Kini tersangka sudah ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 142 Jo Pasal 91 Ayat (1) UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Lalu Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf a UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar dari UU tentang Pangan, serta denda Rp 4 miliar dari UU tentang Perlindungan Konsumen.

Selain meringkus tersangka, polisi juga menyita barang bukti. Di antaranya berupa botol berisi miras oplosan. Ada juga ratusan botol yang masih kosong, bahan dan alat-alat pembuatan oplosan. “Ada botol yang sudah terisi dan siap edar sekitar 100 buah. Semua sudah kami sita sebagai barang bukti,” katanya. (ady/laz/ong)