GUNUNGKIDUL – Pipa PDAM Tirta Handayani di Gunungkidul sudah berumur tua. Tidak jarang pelanggan mengeluh, lantaran air tidak sampai ke rumah mereka gara-gara pipa bocor.

Untuk mengatasi persoalan terebut, pemerintah mengalokasikan anggaran penggantian pipa. Peremajaan dilakukan di wilayah perkotaan menggunakan pipa berdiameter cukup besar.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan mengatakan penggantian mendesak dilakukan karena pipa sudah uzur. Terlebih upaya perbaikan juga sulit dilakukan lantaran pipa dari jenis asbes, sehingga kalau pecah sulit ditambal.

“Kadang kami kesulitan karena asesorisnya harus bikin sendiri dengan cara modifikasi,” kata Isnawan kemarin (21/9).

Dijelaskan, perbaikan pipa PDAM dalam kota merupakan program pemerintah dalam upaya menurunkan tingkat kebocoran air. Usulan PDAM semua pipa jenis asbes diganti dengan pipa yang lebih baik.

Dana penggantian berasal dari APBN melalui Satuan Keja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (Satker PKPAM) Provinsi DIJ. Jika sudah selesai pengerjaannnya diserahkan ke Pemkab Gunungkidul.

“Untuk selanjutnya kami kelola. Besaran anggaran penggantian pipa kami belum tahu,” ujarnya.

Tahun ini memang belum semua pipa tua diganti. Akan tetapi peremajaan bakal dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran. Untuk tahun ini, pipa yang diganti sepanjang 600 meter.

“Mulai dari RSUD Wonosari sampai DPRD Gunungkidul,” terangnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul, Djaka Lelana sudah menerima pemberitahuan penggantian pipa PDAM. Pembongkaran jalan koordinasi PDAM dengan DPU. “Sudah kami berikan izin,” kata Djaka. (gun/iwa/ong)