BANDUNG-Tali asih atau bonus bagi atlet DIJ yang berprestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 dipastikan tidak akan berubah. Kepastian itu menyusul adanya pemangkasan dana daerah sesuai instruksi pemerintah pusat di semua provinsi.

Kepastian itu disampaikan langsung Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X, Selasa (20/9) malam. “Bonus minimal sama dengan PON sebelumnya. Karena sudah difloating. Saya kira tidak berdampak, meskipun ada pemangkasan,”ujarnya saat silaturahmi bersama perwakilan atlet, pelatih, dan ofisial Kontingen DIJ di Hotel Bumi Asih, Bandung.

Wagub menyampaikan permohonan maaf, karena Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hingga hari kelima penyelenggaraan PON Jabar belum bisa menengok. Meski begitu, dia berharap para atlet dan pelatih tetap semangat dan berjuang hingga akhir. “Yakinlah, beliau mendukung terus. Harapannya semua atlet berjuang sekuat tenaga, hasil urusan nanti. Yang penting fight hingga akhir,”pesannya.

Suntikan motivasi melalui bonus yang diberikan pemerintah provinsi di PON Riau 2012 sebesar Rp 100 juta bagi peraih medali emas di cabang olahraga (cabor) perorangan. Sedangkan medali perak Rp 50 juta dan perunggu Rp 25 juta. Sementara untuk cabor beregu, besaran dihitung berdasarkan jumlah atlet yang ada. Misalkan terdiri dari dua orang, maka atlet akan menerima 80 persen dari Rp 100 juta untuk medali emas.

“Target tetap jadi tujuan. Dan harapan saya tidak jauh beda dengan Ngarsa Dalem agar semua wakil daerah yang memperkuat DIJ di PON bisa kembali dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga,”ujarnya.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo berharap agar Pemprov DIJ memberikan perhatian lebih kepada atlet DIJ. Terutama dalam mengembangkan skill dan kemampuan. “Memang selama ini masih terganjal masalah dana. Kami pun kesulitan untuk mengirim atlet ke luar negeri maupun mendatangkan pelatih asing. Kalau itu bisa kami wujudkan, kami yakin atlet-atlet DIJ bisa bersaing lebih ketat,”ujarnya.(dya/din/ong)