JOGJA – Setelah 10 bulan buron, jajaran unit reserse kriminal (Reskrim) Polsekta Gondomamanan berhasil meringkus Agus Triyawan, 33 pelaku penganiayaan di Titik Nol Kilometer, Jogja, tahun 2015 silam. Tersangka diciduk di kediaman orangtuanya di kawasan Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Jumat (16/9) dini hari.

Kapolsekta Gondomanan Kompol Danang Kuntadi mengungkapkan, pelaku kembali ke Jogja karena ingin berlebaran Idul Adha bersama keluarganya. “Dari pengakuannya tersangka melarikan diri ke wilayah Banten,” jelas Danang dalam keterangannya kemarin (18/9).

Penganiayaan itu terjadi 17 November 2015. Tersangka yang merupakan petugas keamanan proyek pembangunan revitalisasi Titik Nol Kolometer dalam kondisi mabuk mendatangi empat orang yang tengah nongkrong di depan Istana Gedung Agung Jogja.

Ke-4 pemuda itu diperingati tersangka untuk tidak berbuat onar. Namun mereka tidak terima dan menantang tersangka untuk berkelahi. Dengan seketika, tersangka mencabut gunting yang dibawa dan ditusukkan kepada tiga orang.

Mereka yang menjadi korban adalah Mohammad Asrofi, 23, warga Ngampilan; Muhammad Syaiful Anwar, 23, Bayuraden, Gamping, Sleman, dan Ahmad Chaidir Ali yang sempat dirawat di rumah sakit. “Begitu melakukan penganiayaan, pelaku kabur ke luar kota,” jelasnya.

Dijelaskan, jajarannya melakukan pengintaian begitu mendapatkan informasi pelaku kembali dari pelarian. Penyergapan dipimpin Kanit Reskrim AKP Lucky. Saat ditangkap, pelaku sedang tidur di kediaman orang tuanya. “Di lokasi penangkapan kami menyita gunting yang digunakan tersangka melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Pelaku kini mendekam di Mapolsekta Godomanan. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (bhn/laz/mg1)