Bagi anak gaul usia pelajar kini tidak bisa lagi seenaknya kumpul-kumpul pada jam malam. Sebab, tim Tekab Polda DIJ akan merazia mereka yang nongkrong tidak jelas di sejumlah tempat publik. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya menghindarkan pelajar dari aksi kekerasan dan kriminalitas.
SESUAI instruksi Ka-polda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hida yat jajaran kepolisian melalui tim Tekab siap mengamankan pelajar yang berke-liaran di malam hari.

Prasta beralasan, kebijakan itu dikeluarkan berdasarkan keresahan ma-syarakat atas aksi kekerasan tanpa kejelasan atau cah klithih yang belakangan ini sering muncul. Bukan tidak mungkin, tindakan kriminal yang terjadi sudah direncanakan dari aksi kumpul-kumpul yang tidak jelas tersebut
“Kami akan datangi pelajar yang kumpul-kumpul sampai larut malam. Kami cek dulu apa yang mereka lakukan. Bila ber-potensi kriminal akan kami bubarkan dan amankan mereka,” jelas Prasta.

Dia menegaskan, pihaknya tidak segan-segan melakukan pengamanan kepada pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam maupun minuman keras. Mereka yang kedapatan melakukan tindakan melanggar aturan akan diamankan di markas komando yang ada di Polres masing-masing wilayah.Untuk selanjutnya, pihak ke-polisian akan memanggil orang tua sebagai syarat pembebasan.

Nantinya, orang tua diminta membuat surat pernyataan un-tuk melakukan pengawasan terhadap anak mereka agar kejadian itu tidak terulang. Dia menyebut, kebijakan yang dikeluarkan bukan untuk menge-kang kebebasan berkumpul.

Sebab, instruksi itu menyasar para pelajar usia sekolah yang masih dalam pengawasan orang tua dan dipertanyakan bila keluyuran di malam hari. “Kalau ada anak sekolah jam 12 malam lewat masih keluyuran, nongkrong-nongkrong untuk apa? Yang patut dipertanyakan orang tuanya kemana?” jelasnya.

Tim Tekab, lanjutnya, sudah menjadi unit khusus. Tim ini berasal dari kesatuan kepolisian resor (Polres) di setiap wilayah, terdiri dari Polres Kota Jogja 14 personel. Kemudian Polres Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo menyiagakan 10 personel. Mereka akan mela-kukan patroli di setiap kawasan di wilayah kerja masing-masing.

Sementara saat disinggung waktu patroli, jenderal bintang satu ini merahasiakan patroli yang disiagakan. “Sebab kalau kami beritahu pelajar biasa me-nyiasati,” jelasnya.

Karops Polda DIJ Kombes Pol Bambang Pristiwanto menjelaskan, pengawasan terhadap pelajar murupakan tanggung jawab orang tua, sekolah, dan stakeholder terkait. Pihak kepo-lisian, bertugas mengantisipasi kegiatan yang berpotensi me-nimbulkan tindak kriminal.

“Kami sudah bertemu dengan pemangku kebijakan bahkan gubernur dalam menangani persoalan kenakalan remaja,” jelasnya.

Sebab belakangan, aksi klithih masih sering terjadi di Jogja-karta. Tidak jarang, dari ope-rasi penangkapan yang dilaku-kan kepolisian dilakukan oleh anak di bawah umur. “Kami mendukung bila ada kebijakaan yang mengatur guna antisipasi kejadian kriminalitas,” jelasnya.(bhn/dwi/cr1/ila/ong)