JOGJA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan baru saja menggelar sekolah partai bagi 60 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung partai moncong putih tersebut. Mereka ada-lah para calon guber-nur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota yang akan maju dalam pilkada serentak pada 15 Februari 2017
Dari Jogja, pesertanya adalah calon Wali Kota Jogja Imam Priyono (IP) dan kandidat Bu-pati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Keduanya mengikuti pendidikan sekolah partai selama lima hari dari 30 Agustus-3 September. Acara berlangsung di Kinasih Resort, Cilangkap, Depok, Jawa Barat.

Selama kegiatan, semua peserta mendapatkan materi dari sejumlah tokoh politik. Di antaranya dari anggota Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Lalu Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumar sono, mantan Kepala Ba-dan Intelejen Negara (BIN) AM. Hendro Priyono, pimpinan Ba-dan Anggaran DPR RI dari FPDI Perjuangan HM Said Abdullah dan beberapa petinggi PDI Perjuangan.

Setelah digembleng selama lima hari, terpilih 10 besar pe-serta terbaik. Nama IP masuk di antara 10 besar peserta ter-baik tersebut. Saat menyam-paikan pengumuman itu, pa-nitia tidak mencantumkan nomor atau rankingnya 1-10. Mereka yang masuk 10 besar peserta terbaik itu mendapatkan penghargaan dari partai berupa buku berjudul Di Bawah Bendera Revolusi karya Ir Soekarno, presiden pertama RI.

Selain masuk 10 besar peserta terbaik, saat pembukaan IP juga didaulat untuk memimpin doa. Itu terjadi setelah acara dibuka oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno-putri.

“Pak IP diminta memimpin doa karena sosoknya dikenal religius,” ucap Hasto Wardoyo yang selama acara menginap satu kamar dengan IP.

Sedangkan IP mengatakan, sekolah partai tersebut memberikan banyak manfaat. Utamanya untuk bekal kepemimpinan dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Dia pun siap mengimplementasikan hasil pendidikan tersebut di Kota Jogja. Utamanya melakukan konsolidasi dengan semua elemen guna memenangkan pil-wali 2017.

“Pulang dari sekolah partai ini, kami harus terus kerja, kerja, dan kerja,” katanya. (kus/ila/ong)