SLEMAN – Kawanan perampok yang satu ini terbilang nekat. Bagaimana tidak, seperti layaknya di film-film, mereka merampok sebuah bank di siang bolong. Terlebih, lokasi bank tersebut berada di tepi jalan besar dan ramai pengendara yang lalu lalang.

Kawanan perampok bahkan menyekap enam karyawan bank, kemudian membawa kabur uang hasil rampokan yang diperkirakan mencapai ratusan juta. Kejadiannya di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Berlian Bumi Arta yang berada di Jalan Magelang Km 5,2 Sinduadi, Mlati, Sleman, sekitar pukul 14.00, Kamis (25/8).

Kapolres Sleman AKBP Yulianto membenarkan kejadian tersebut. Yulianto menjelaskan, adanya aksi pencurian dengan kekerasan di salah satu BPR di Jalan Magelang. Korban yang disekap dan diikat ada enam orang.

“Untuk pelaku, kami masih lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kerugian diperkirakan ratusan juta, tidak ada korban yang terluka,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Saat kejadian, seluruh karyawan yang berada di dalam gedung disekap. Mereka diancam tidak boleh keluar gedung. “Disekap semua di dalam. Tidak boleh keluar, mereka dalam keadaan diikat dan dilakban. Pelaku belum teridentifikasi, infonya membawa senjata api. Kemungkinan besar naik motor,” ungkapnya usai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari keterangan saksi, lanjutnya, pelaku juga berjumlah enam orang dengan naik sepeda motor. Mereka memakai helm full face.

Dari olah TKP yang dilakukan polisi sampai pukul 18.00, diamankan bekas lakban, tali raffia, dan hasil rekaman kamera pengawas yang ada di lokasi. Polisi menyebut komplotan pelaku mengambil uang dari satu brankas.

“Diambil dari satu brankas, jumlah pastinya uang yang dibawa kabur belum tahu. Kami juga belum melakukan BAP kepada karyawan,” kata Yulianto.

Dia menambahkan, dari informasi sementara, pelaku menggunakan semacam senjata api untuk mengancam karyawan bank. Tapi, pihaknya masih menelusuri apakah senjata api tersebut benar senjata api atau hanya mainan untuk menakut-nakuti. “Beneran atau bukan, belum ada kesimpulan,” ungkapnya.

Selain petugas dari Polsek Mlati dan Polres Sleman, di lokasi juga diturunkan tim Inafis Polda DIJ. Dari pantauan di lapangan, mereka masih memeriksa beberapa barang bukti di dalam ruangan bank. Termasuk mencari sidik jari pelaku yang mungkin masih tertinggal di lokasi.

Di bagian luar bangunan terdapat dua buah kamera CCTV. Yaitu di bagian tembok depan, satu lagi dekat tempat parkir kendaraan.

Yulianto menyebutkan, meski terdapat beberapa kamera pengawas di lokasi kejadian, dia belum bisa mengungkapkan rekaman tersebut. “Baru kami olah,” katanya.

Salah satu karyawan bank, Setyo mengaku sebelum disekap, dia dan beberapa karyawan lain sempat ditodong senjata. Namun, dia tidak yakin apakah itu pistol sungguhan atau bukan. “Pelaku enam orang menggunakan penutup kepala. Ditodong denan pistol, pas mau keluar diikat dan dilakban, kemudian disuruh tiarap,” ungkapnya. (riz/ila/ong)