KULONPROGO – Polres Kulon-progo akhirnya menetapkan Wagirah, 70, atau Wg pemilik pabrik mi yang mengandung boraks di Karangnoko, Panggung- harjo,Sewon, Bantul, sebagai tersangka. Penetapan status tersangka se-telah mendengar keterangan sejumlah saksi.

“Tersangka sampai saat ini ma-sih menjalani pemeriksaan intensif di ruang Sat Narkoba Polres Kulonprogo,” terang Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi, kemarin (11/8).

Nanang mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Yakni dua pedagang mi basah di Pasar Beringhajo, Jogja dan lima karyawan pabrik tersebut.

“Semua keterangan yang kami kumpulkan mengindikasikan tersangkanya adalah Wg, karena melakukan semua pengaturan,” ungkapnya.

Dijelaskan, tersangka yang mengatur produksi, meracik bahan baku serta melakukan pembelian boraks dengan di-antar supirnya langsung ke toko kimia di Solo, Jawa Tengah setiap hari. Berdasarkan keterangan tersangka, sangat mudah untuk membeli boraks.

“Tersangka dikenakan pasal 136 UU No 18/2012 tentang Pangan dengan ancaman hu-kuman lima tahun penjara atau denda Rp 10 miliar,” jelasnya
Polres Kulonprogo juga terus melakukan pengembangan. Se-jumlah barang bukti, seperti sisa penjualan mi sebanyak 250 kilogram yang disita dari peng-gerebekan kini disimpan di Balai Besar Veteriner (BBVet) Kulon-progo. Termasuk satu karung boraks, dan 25 kilogram tepung bahan baku pembuatan mi. Hal itu dilakukan agar barang bukti tetap utuh hinggga proses hukum selanjutnya di pengadilan.

Menurut pengakuan tersang-ka, boraks digunakan untuk pengawet mi. Sebab tanpa cam-puran boraks, mi akan cepat hancur dan berbau. Pabrik yang telah digerebek petugas itu sudah beroperasi sejak 2006 silam dengan jumlah produksi hingga 500 kilogram setiap hari.Bahkan pada hari-hari tertentu, pro-duksi mencapai 1 ton per hari.

Kasat Narkoba Polres Kulon-progo AKP Andri Alam menya-takan, saat penggerebekan juga ditemukan bahan pewarna yang mencurigakan. Namun, saat ini masih diteliti apakah pewarna itu berbahaya atau tidak. Pihak Kepolisan telah bekerja sama dengan BPPOM DIJ untuk mela-kukan penelitian apakah zat yang bernama X Yellow itu berbahaya bagi kesehatan.

“Polres Kulonprogo bersama BBPOM dan Pemkab Kulon-progo telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus, bertujuan memperhatikan serta melakukan razia bahan pangan khusus di kawasan Kulonprogo,” katanya.

Mengingat jumlah produksi pabrik mi mengandung boraks itu cukup besar, diprediksi jum-lah makanan yang menggunakan bahan mi dari pabrik itu banyak dan beragam. (tom/zam/ila/ong)