JOKO SUHENDRO/RADAR JOGJA
KOMPAK: Peserta Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kabupaten Gunungkidul saat persiapan mendirikan tenda, kemarin (6/8).
PESERTA Pramuka Penggalang Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kabupaten Gunungkidul tumplek blek di Puslatpur, Paliyan, Gunungkidul, kemarin (6/8).

Sekitar pukul 06.00, mereka sudah masuk ke zona perkemahan dengan diawali melakukan registrasi terlebih dulu. Peserta lain terlihat bergotong royong mengangkut kelengkapan berkemah. Sejurus kemudian, pembina masing-masing langsung mengumpulkan anak-anak untuk persiapan pendirian tenda. Semua kompak dan bahu membahu mendirikan rumah sementara selama dua hari dalam kegiatan ISC Antangin Junior Regional Championship.

Kegiatan berkemah menginap di alam terbuka ini baru pertama kali diikuti Pramuka Penggalang dari Kabupaten Gunungkidul. Hal baru, pengalaman baru, dan teman baru menjadi energi positif bagi peserta kegiatan untuk kerasan tinggal di perkemahan.

Sesuai dengan jadwal, anak-anak wajib menghabiskan dua malam di Puslatpur, Paliyan. Selama dua hari itu pula, mereka bertemu dengan banyak hal. Mereka mendapatkan pendidikan untuk berperilaku mandiri ketika jauh dari orang tua.

Di hari pertama kemarin, tak ada wajah murung, semua peserta riang gembira mengikuti instruksi pembina. Meski naluri anak-anak masih ada, namun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan cukup baik. Hal itu diungkapkan oleh salah satu Pembina Yoka Aqid Nugraha.

“Tantangan Hasta Karya menjadi hal baru bagi Pramuka Penggalang di Gunungkidul. Dari sini, anak-anak mendapat pendidikan kreatif dan kuat nyali. Jadi, tadi proses pembuatan kerajinan mendapatkan pengawasan lagsung dari panitia,” ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ini betul-betul dipahami dan bisa dicerna oleh anak-anak sebagai modal menghadapi masa depan. Model gaya baru Pramuka ISC diakui memang menyenangkan dan tidak membosankan. “Kami sangat tertarik untuk menuntaskan kegiatan ini dengan kemampuan maksimal,” tegasnya.

Terlebih bagi pemenang akan diterbangkan ke Amerika. Itu juga menjadi magnet bagi peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan maksimal. Jumlah peserta sendiri juga di luar dugaan, karena pada menit akhir jelang penutupan masih ada sekolah yang mendaftar.

Melihat sambutan yang hangat dari peserta, semakin meyakinkan Pemkab Gunungkidul untuk menghendaki acara ISC bersama Antangin Junior Regional Championshi kembali digelar tahun depan. (gun/ila)