JELANG MUKTAMAR NA: Panitia Konferensi Nasional saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (2/8).
SLEMAN – Tingginya angka kematian ibu, baik itu berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas, masih sangat tinggi. Berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah ini masih jauh dari target Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Disisi lain, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, masih sangat tinggi. Berdasarkan jumlah kasus yang didapat dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di 34 provinsi, terdapat 16.217 kasus yang berhasil didokumentasikan. Masalah tersebut menjadi perhatian serius organisasi perempuan Muhammadiyah. Sebagai bentuk perhatian, Nasiyatul Aisyiyah yang merupakan badan otonom Muhammadiyah akan menggelar Konferensi Nasional bertema Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia Berkemajuan. Acara tersebut akan diadakan di Kampus Universitas Aisyiyah pada Rabu (3/8).

“Konferensi Nasional bagian dari jelang Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-13, organisasi otonom Muhammadiyah,” kata Ketua Panitia Konferensi Nasional, Sarwinanti kepada wartawan, Selasa (2/8).

Rencananya, konferensi nasional akan membahas isu-isu aktual dan merencanakan langkah strategis dalam riset dari berbagai peneliti bidang gender di Indonesia. Hadir sebagai key note speaker yaitu Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek SpM (K); Director of the Reseach on Women and Gender Universiti Sain Malaysia, Prof Dr Nuraida Endut; Anggota LPPA Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra.Siti Syamsiyatun, MA, PhD; Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah, KPAI, Rita Pranawati, SS, MSc; Dosen Kebidanan UNISA yang juga kandidat doctor dari Leeds University, Cesa Septiana Pratiwi, S.SiT, M.Mid.

“Konferensi nasional ini akan menjadi ajang temu ilmiah baik pemerintah, akademisi, peneliti, mahasiswa untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Diharapkan melalui kegiatan ini akan muncul gagasan/ide-ide yang nantinya dapat berkontribusi bagi penguatan peran perempuan di Indonesia,” kata Rektor Universitas Aisyiyah, Warsiti. (ama/hes)