RADAR JOGJA FILE
MASA PEMULIHAN: Atlet Mountain Bike (MTB) DIJ Exa Raudina Khoiroti mengalami cedera bahu saat berlatih. Dia bertekad tetap akan mengikuti PON 2016.

JOGJA – Kurang lebih dua bulan lagi waktu persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 digelar, pengurus dan pelatih cabang olahraga (cabor) mewaspadai atletnya cedera. Sebab, semakin sedikit waktu yang tersisa, risiko cedera atlet semakin tinggi bersamaan dengan program latihan yang dijalani semakin intens.

Sayang, meski sudah diminalkan tetapi cedera tetap mendera sejumlah atlet. Salah satunya, atlet dari cabor tarung derajat, yakni Maidy Charles. Dia mengalami cedera retak telunjuk kanan saat uji coba bersama atlet-atlet DIJ beberapa waktu lalu.

“Kejadiannya saat tarung uji coba dengan atlet lainnya, tapi tidak parah cederanya,” ujar Pelatih Tarung Derajat DIJ Dedih Kusnadi, kemarin (14/7).

Dikatakan, saat ini petarung yang akan turun di nomor 49-52 kg ini sedang dalam masa pemulihan. Retak jari telunjuk yang dialami Maidy langsung mendapat pertolongan dokter dan diharapkan dua minggu ke depan bisa pulih normal kembali.

Meski begitu, program pemusatan latihan daerah (Puslatda) tarung derajat tetap berjalan. Termasuk rencana mengirimkan tiga atletnya untuk mengikuti training camp (TC) di Kwah Derajat, Jawa Barat.

“Kami berharap semua atlet bisa ikut TC, dan kami menunggu kepastian dari KONI DIJ untuk persetujuannya,” ujarnya.

Sebelumnya, atlet cabor lain juga mengalami cedera saat latihan maupun uji coba. Seperti atlet judo, Joni yang turun di kelas 66 kg, yang terpaksa mundur akibat cedera lehar parah yang dialami saat latihan. Selain itu, Exa Raudina Khoiroti, atlet Mountain Bike (MTB) DIJ yang mengalami cedera bahu saat akan mengikuti Kejuaraan Asia di Thailand. Pascamenjalani operasi, kini Exa masih dalam masa pemulihan dan bertekad tetap akan bertarung di PON September mendatang.

Kepala Tim Kesehatan KONI DIJ Dr dr BM Wara Kushatanti mengatakan, seiring dengan intensitas latihan yang semakin tinggi jelang PON 2016, risiko cedera atlet memang semakin tinggi. “Saat memasuki tahap latihan khusus dengan program uji coba, risiko atlet untuk cedera memang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, yang berisiko terkena cedera memang banyak dari cabor bela diri, seperti judo, taekwondo, tarung derajat, dan lain sebagainya. Untuk itu, pihaknya masih akan membuka Pusat Penanganan Cedera yang berlokasi di sisi timur Kantor KONI DIJ.

“Selain atlet olahraga bela diri, atlet cabor pemainan juga harus mewaspadai cedera. Atlet catur pun juga harus waspada, karena cedera bisa terjadi akibat posisi statis yang dipertahankan juga akibat gerakan berulang-ulang,” ujarnya. (dya/ila/ong)