DIPASTIKAN: Petugas tim terpadu operasi penertiban bahan makanan dan minuman (mamin) berbahaya saat melakukan cek barang dagangan di Pasar Naggulan, kemarin (23/6).
KULONPROGO-Belasan bungkus obat asam urat yang diduga ilegal disita petugas tim terpadu operasi penertiban bahan makanan berbahaya dari seorang pedagang di Pasar Mbabrik, Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur, kemarin (23/6).

Tim berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral ( Disperindag ESDM). Kepada para pedagang, petugas juga melakukan pembinaan supaya tidak menjual produk yang tidak layak konsumsi atau berbahaya bagi kesehatan.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kulonprogo Kuncahya menyatakan, tim gabungan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sedang mengintensifkan operasi penertiban selam Ramadan ini. “Dasarnya UU No 8/ 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No 18/ 2012 tentang Pangan, dan UU No 36/ 2009 tentang Kesehatan,” katanya.

Petugas memeriksa kelayakan berbagai komoditas pangan termasuk daging. Demikian juga terhadap makanan dan minuman (mamin) kemasan. Akhirnya mereka menemukan produk sudah kedaluwarsa dan obat yang tidak terdaftar BPOM. “Semua sudah diamankan. Ada 13 bungkus obat asam usat tidak berizin dan tiga bungkus bumbu racik instan yang diketahui sudah kedaluwarsa sejak 2014 lalu,” jelasnya.

Petugas sebenarnya juga menemukan beberapa produk kedaluwarsa lain di toko yang sama. Yakni dua kemasan tepung pisang goreng dan tiga botol cuka. Namun, produk-produk itu hanya didata dan disarankan agar segera diretur kepada produsen. “Ada juga madu yang malah tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa sehingga kita minta dikembalikan juga dan jangan dijual,” ujarnya.

Kuncahya mengimbau masyarakat agara waspada saat berbelanja. Sempatkan diri untuk memeriksa batas kedaluwarsa dan izin edar produk yang akan dibeli. Hal itu sangat penting, karena produk yang hampir atau bahkan sudah kedaluwarsa sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pedagang Pasar Mbabrik Rustini mengaku tidak tahu jika obat asam urat yang dijualnya berbahaya karena tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dia mengaku mendapatkan obat itu dari pedagang lain dan terus menjualnya karena memang dikenal manjur untuk mengobati asam urat. “Itu yang sudah lama nanti mau dikembalikan dari pada kalau dijual malah bisa buat orang keracunan,” kata Rustini. (tom/din/ong)